Diego Simeone memilih bersikap dingin saat ditanya soal insiden panas dengan Vinicius Jr. di laga Atletico Madrid vs Real Madrid pada Piala Super Spanyol. (Instagram/@atleticodemadrid)
JawaPos.com - Diego Simeone kembali menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena Atletico Madrid tersingkir dari Piala Super Spanyol, tetapi juga akibat insiden panas di pinggir lapangan yang melibatkan Vinicius Junior.
Kekalahan 2-1 dari Real Madrid memang memastikan Los Blancos melaju ke final, namun sorotan utama justru tertuju pada ketegangan emosional yang tersaji di luar garis lapangan.
Derbi Madrid kali ini berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Atmosfer panas di dalam lapangan rupanya merembet hingga ke area teknis, terutama saat Vinicius Jr. terlibat adu argumen dengan Simeone dan situasi memanas ketika pergantian pemain dilakukan.
Ketegangan tersebut pun menjadi topik utama dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Melansir AS, seperti yang sudah diduga, Simeone tak bisa menghindar dari pertanyaan terkait insiden dengan penyerang asal Brasil tersebut. Namun, alih-alih memperpanjang polemik, pelatih Atletico memilih meredam situasi.
“Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Apa yang terjadi di lapangan, sejak kita masih kecil, tetap di sana. Tidak ada lagi yang perlu dikatakan.”
Simeone kemudian kembali didesak soal ucapan tertentu yang ramai diperdebatkan dan beredar luas di media sosial.
Ketika ditanya apakah dirinya sempat mengatakan bahwa Florentino Perez akan memecat Vinicius, pelatih asal Argentina itu menjawab singkat dan ambigu.
“Aku tidak ingat. Ingatanku buruk.”
Tak hanya Vinicius, momen panas lain juga terjadi ketika Dani Carvajal mendekati Simeone di tengah adu mulut yang berlangsung sengit. Mengenai hal itu, Simeone menegaskan sikap hormatnya terhadap para pemain Real Madrid.
“Saya sangat menghormati Carvajal dan semua pemain Madrid. Saya mengatakan kepadanya apa yang terlihat dari luar dan apa yang terjadi pada mereka semua.”
Usai membahas insiden, Simeone mencoba mengembalikan fokus ke sepak bola. Ia mengakui keunggulan Real Madrid yang membuka laga dengan gol cepat dan spektakuler.
“Mereka memulai pertandingan dengan gol yang hebat, tembakan luar biasa dari Valverde. Kami berada dalam posisi yang kurang menguntungkan, tetapi kami memainkan permainan yang ingin kami mainkan.”
Pelatih berusia 55 tahun itu juga menyoroti faktor-faktor yang membuat Atletico gagal membalikkan keadaan, mulai dari kurangnya ketajaman hingga performa gemilang Thibaut Courtois di bawah mistar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
