
Zinedine Zidane membongkar rahasia bertahan lama dan sukses di Real Madrid. (ig @zidane)
JawaPos.com-Hanya sedikit pelatih yang mampu bertahan lama, apalagi sukses besar, di lingkungan sekeras Real Madrid. Namun Zinedine Zidane adalah pengecualian langka.
Zinedine Zidane bukan hanya bertahan, tapi juga mengantar Real Madrid ke puncak Eropa dengan tiga gelar Liga Champions beruntun. Sebuah pencapaian yang nyaris mustahil di era modern.
Melansir Defensa Central, dalam perbincangan di saluran YouTube Hamidou Msaidie, mantan asistennya di Madrid, Zinedine Zidane mengenang bagaimana dia mengambil alih Real Madrid setelah awal musim yang biasa-biasa saja di bawah.
Dari skuad yang limbung dan kehilangan arah, Real Madrid menjelma menjadi mesin juara. Menurut Zinedine Zidane, kuncinya sederhana namun krusial yakni hubungan dengan pemain.
"Di Real Madrid, kami selalu siap membantu para pemain. Bagi saya, itulah yang membuat sebuah tim kuat. Anda ada untuk para pemain. Jika Anda belum memahami hal itu, Anda tidak akan bisa bertahan dalam profesi ini," jelas Mantan gelandang elegan Prancis itu di podcast Slowmotions Talks.
"Kami ada di sana untuk mendukung mereka; Anda harus menunjukkan bahwa Anda ada untuk mereka. Agar ruang ganti menerima apa yang ingin Anda terapkan, mereka harus menyukai Anda," tegas Zinedine Zidane tentang peran pelatih.
Pernyataan ini terasa relevan dengan situasi Madrid saat ini. Salah satu alasan yang mencuat adalah kurangnya kedekatan dengan para pemain.
Zidane mengakui realitas pahit tersebut. Bila ruang ganti tidak menerima pelatih, karirnya di klub sebesar Real Madrid praktis tinggal menunggu waktu. Bagi Zidane, melatih bukan soal memaksakan ide.
"Jika para pemain tidak setuju dengan semua yang diberikan kepada mereka, latihan, semua itu... akan selalu ada sesuatu yang kurang. Bersama kami, saya pikir mereka benar-benar menikmatinya di semua tingkatan," ujar Zinedine Zidane.
Zidane lalu mengenang fase awal kedatangannya di Madrid dan langkah pertama yang dia ambil saat situasi tim berada di titik kritis.
"Kami sampai pada titik kritis. Tim tidak dalam kondisi fisik yang baik, dan kami hanya perlu menanamkan kepada mereka gagasan bahwa mereka perlu bekerja sebagai tim,” tutur Zinedine Zidane.
“Saya ingat kami punya waktu tiga minggu, dan kami tidak memiliki Liga Champions, kami tidak memiliki Copa del Rey, hanya La Liga, dan kami punya waktu tiga minggu untuk bekerja. Selama tiga minggu, kami bisa bekerja dari Senin hingga pertandingan berikutnya," jelas dia.
Pendekatannya pun sangat langsung. Zidane berbicara dengan para pemimpin tim lebih dulu.
"Kami bertemu dengan keempat kapten dan memberi tahu mereka apa yang saya inginkan dari mereka dan saya akan melihat apakah mereka berkomitmen,” ucap Zinedine Zidane.
“Kami menyadari mereka perlu melakukan latihan kardio, untuk meningkatkan energi mereka. Ketika mereka setuju untuk bekerja, saat itulah, kegembiraan datang. Kami menemukan kembali motivasi mereka. Kerja keras dan kegembiraan," imbuh dia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
