Hansi Flick. (Istimewa)
JawaPos.com - Kekalahan 2-1 dari Girona di Montilivi menambah daftar hasil buruk Barcelona pekan ini. Namun di tengah sorotan terhadap keputusan wasit yang dianggap kontroversial, Hansi Flick memilih jalur berbeda: bercermin, bukan menyalahkan.
Gol penentu kemenangan Girona dicetak Fran Beltrán pada menit ke-86, tak lama setelah Thomas Lemar menyamakan kedudukan atas gol pembuka Pau Cubarsí. Dalam proses gol tersebut, kubu Barcelona merasa ada pelanggaran terhadap Jules Koundé. Protes pun sempat mencuat.
Meski begitu, melansir ESPN, Flick tak ingin menjadikan momen itu sebagai tameng.
"Saya tidak ingin membicarakan hal itu," kata Flick ketika ditanya apakah menurutnya gol Beltrán seharusnya dianulir.
"Semua orang melihat situasi sebelum gol kedua, tetapi Girona pantas [menang]. Kami bertahan sangat buruk, terutama dalam transisi, kami terlalu terbuka, lini tengah kami tidak berada di posisi yang tepat."
Ia bahkan mengakui adanya potensi pelanggaran, namun tetap tak mau terjebak dalam polemik.
"[Tentu saja pelanggaran itu] jelas, tapi memang seperti itu. Bagi saya, mungkin saya akan berbicara lebih banyak tentang itu jika kami bermain bagus, tetapi kami tidak bermain bagus."
"Itu terlihat seperti alasan, mengeluh. Saya tidak menginginkan itu. Kita harus bermain lebih baik. Kita harus kembali ke level ini."
Sikap Flick ini cukup menarik, mengingat beberapa hari sebelumnya Barcelona baru saja melayangkan pengaduan resmi ke RFEF dan CTA terkait inkonsistensi standar perwasitan, setelah gol Cubarsí dianulir saat menghadapi Atlético Madrid. Namun kali ini, sang pelatih memilih meredam situasi.
"Tidak ada keluhan, tidak ada alasan," tegasnya ketika didesak mengenai para wasit. "Mereka menjalankan tugasnya. Terkadang hasilnya tidak bagus, tetapi mereka berada di level yang sama dengan kita, jadi mungkin itu bukan level yang bagus."
Komentar itu terdengar tajam dan sedikit sarkastik namun tetap mengarah pada refleksi internal. Flick sadar, masalah utama bukan di peluit wasit, melainkan pada performa timnya sendiri.
Barcelona sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Cubarsí di awal babak kedua. Sebelumnya, Lamine Yamal gagal mengeksekusi penalti jelang turun minum—momen yang bisa saja mengubah jalannya pertandingan.
Namun setelah gol tersebut, Girona tampil lebih agresif. Lemar cepat menyamakan kedudukan sebelum Beltrán memastikan comeback dramatis tuan rumah.
Kekalahan ini juga memperpanjang pekan kelam Blaugrana, setelah sebelumnya dihajar 4-0 oleh Atlético di leg pertama semifinal Copa del Rey. Kini mereka turun ke posisi kedua klasemen, tertinggal dua poin dari Real Madrid.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
