
La Masia salah satu akademi terbaik di dunia yang banyak menghasilkan pemain bintang dunia. (Fcbarcelona.com)
JawaPos.com–Akademi muda La Masia kembali menjadi sorotan dalam perjalanan FC Barcelona musim ini. Setelah sempat dianggap kehilangan pengaruh dalam satu dekade terakhir, akademi legendaris tersebut kini kembali memainkan peran penting dalam pembentukan skuad utama Blaugrana.
Nama La Masia sendiri sudah lama identik dengan kesuksesan Barcelona. Akademi yang berdiri sejak 1979 itu pernah melahirkan banyak pemain kelas dunia seperti Pep Guardiola, Carles Puyol, Andres Iniesta, hingga Xavi Hernandez dan Lionel Messi.
Dari La Masia, mereka bukan hanya menjadi tulang punggung klub, tetapi juga membentuk identitas permainan Barcelona selama bertahun-tahun.
Namun dalam periode 2010-an, peran akademi sempat meredup. Saat itu Barcelona memiliki skuad bertabur bintang sehingga kesempatan pemain muda untuk menembus tim utama menjadi sangat terbatas. Banyak talenta muda akhirnya memilih mencari peluang di klub lain karena jalur menuju tim utama terasa terlalu sulit.
Situasi tersebut berubah dalam beberapa musim terakhir. Krisis finansial yang melanda Barcelona justru memaksa klub kembali mengandalkan pemain hasil didikan sendiri. Hasilnya cukup mengejutkan. Generasi baru dari La Masia mulai bermunculan dan tampil impresif di level tertinggi.
Dua nama yang paling mencuri perhatian adalah Lamine Yamal dan Pau Cubarsi. Yamal mencatat debut bersama tim utama ketika masih berusia 15 tahun dan kini dianggap sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa. Sementara Cubarsi tampil tenang sebagai bek tengah meski baru menjalani debut di La Liga sebelum ulang tahunnya yang ke-17.
Baca Juga:Luka Modric Bantah Rumor Balik ke Real Madrid Jika Allegri Jadi Pelatih, Pilih Fokus di Milan
Kepercayaan terhadap pemain muda tidak lepas dari peran pelatih Xavi. Sejak menangani Barcelona pada 2021, mantan gelandang legendaris itu berani memberikan kesempatan kepada banyak pemain akademi. Beberapa di antaranya langsung menunjukkan potensi besar.
Selain Yamal dan Cubarsi, Barcelona juga mulai memberi ruang kepada pemain muda lain seperti Hector Fort dan Marc Guiu. Mereka menjadi bukti bahwa regenerasi di klub Catalan tersebut kembali berjalan.
Secara statistik, Barcelona kini termasuk klub dengan persentase pemain muda tertinggi di lima liga top Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa La Masia kembali menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang klub.
Bagi Barcelona, kebangkitan akademi bukan sekadar solusi sementara karena masalah finansial. Lebih dari itu, La Masia adalah identitas klub.
Filosofi permainan yang diajarkan sejak usia dini membuat para pemain muda mampu beradaptasi dengan cepat ketika dipromosikan ke tim utama.
Kini harapan besar kembali tertuju pada akademi tersebut. Jika perkembangan generasi baru ini terus berjalan positif, bukan tidak mungkin Barcelona akan kembali menikmati era kejayaan yang dibangun dari pemain hasil didikan sendiri.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
