
Liverpool kalah 0-1 dari Galatasaray di leg pertama. (Istimewa)
JawaPos.com - Kekalahan Liverpool dari Galatasaray di leg pertama babak 16 besar Liga Champions tidak hanya menyisakan kekecewaan soal hasil, tetapi juga memunculkan kontroversi mengenai keputusan wasit.
Melansir Liverpool Echo, pelatih The Reds, Arne Slot, secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap beberapa keputusan penting yang terjadi sepanjang pertandingan.
Liverpool kalah 1-0 di Stadion Rams Park setelah Mario Lemina mencetak gol melalui sundulan di menit ketujuh. Meski tertinggal lebih dulu, tim tamu sebenarnya sempat merasa telah menemukan gol penyeimbang di babak kedua.
Momen itu terjadi pada menit ke-71 ketika bola dari sepak pojok Dominik Szoboszlai berhasil masuk ke gawang. Namun setelah pemeriksaan VAR yang cukup lama, gol tersebut dianulir karena Ibrahima Konate dianggap melakukan handball dalam prosesnya.
Di luar keputusan itu, Slot juga merasa Liverpool seharusnya mendapatkan penalti setelah Virgil van Dijk dijatuhkan di kotak penalti. Ia bahkan menduga suasana stadion yang sangat riuh ikut memengaruhi keputusan wasit.
“Di Premier League, banyak hal yang diperbolehkan dibandingkan di Liga Champions,” kata pelatih kepala The Reds. “Itulah mengapa saya sangat terkejut itu bukan penalti.”
Menurut Slot, inkonsistensi keputusan juga terlihat dari beberapa situasi lain selama pertandingan.
“Dalam semua insiden lain di mana dia mengira melihat sesuatu ketika kami melakukan pelanggaran dan begitu cepat meniup peluitnya dan memberi Galatasaray tendangan bebas.”
“Lalu, sungguh sangat mengejutkan bahwa wasit yang sama dalam insiden lain ketika terjadi pelanggaran mengatakan dia akan menerimanya sepenuhnya. Tetapi jika Anda melihat keseluruhan 90 menit, saya rasa saya tidak bisa terkejut dengan keputusan itu.”
Ia juga menyoroti bagaimana setiap situasi bola mati sering berakhir dengan pelanggaran yang justru diberikan kepada tim tuan rumah.
“Setiap tendangan bebas dan tendangan sudut yang kami ambil, bahkan jika kami hanya melihat pemain Galatasaray, wasit sudah memberikan tendangan bebas untuk Galatasaray.
“Jika Anda melihat seberapa banyak mereka menarik baju Virgil sebelum bola mengenai lengan Ibou, maka dapat dipastikan bahwa kami bukan satu-satunya yang terkesan dengan suasana di sini hari ini.”
Gol Lemina sendiri datang dari situasi bola mati, sesuatu yang sebenarnya jarang terjadi pada Liverpool di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
