
Harvey Barnes. (Instagram.com/nufc)
JawaPos.com - Newcastle United harus menelan kekecewaan besar setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna di detik-detik terakhir pertandingan. Penalti Lamine Yamal pada masa tambahan waktu membuat Barcelona memaksakan hasil imbang 1-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Bagi Harvey Barnes, momen tersebut terasa sangat pahit. Pemain sayap Newcastle itu sebenarnya sempat menjadi pahlawan tim setelah mencetak gol yang membawa timnya unggul di menit ke-86. Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama.
Penalti di menit ke-96 akhirnya menghapus keunggulan Newcastle. Situasi tersebut terjadi setelah Malick Thiaw menjatuhkan Dani Olmo di dalam kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih, dan Yamal dengan tenang mengeksekusi penalti untuk menyamakan kedudukan.
Gol itu bahkan tercatat sebagai salah satu penalti penyama kedudukan paling telat dalam sejarah Liga Champions.
Melansir ESPN, Barnes pun tak menyembunyikan rasa kecewanya setelah pertandingan.
"Ini sulit. Anda mencetak gol dan itu perasaan yang luar biasa – Anda bisa merasakan dukungan para penggemar. Kami bermain sangat baik," kata Barnes setelah hasil imbang 1-1.
"Kebobolan di menit-menit akhir sangat sulit diterima, tetapi skornya imbang dan kami masih memiliki pertandingan leg kedua."
Sebelum mencetak gol, Barnes sebenarnya sudah beberapa kali mengancam gawang lawan. Bahkan salah satu tendangan melengkungnya sempat membentur tiang gawang, yang hampir saja memberi Newcastle keunggulan lebih awal.
Pelatih Newcastle, Eddie Howe, juga merasa timnya pantas mendapatkan hasil yang lebih baik dari pertandingan tersebut.
Ia menggambarkan gol penyama kedudukan Barcelona sebagai sesuatu yang sangat disayangkan mengingat penampilan solid timnya sepanjang laga.
Baca Juga:Persib Bandung Rajanya Penalti Super League! Persebaya Surabaya Hanya 5 Kali, Ini Daftar Lengkapnya!
"Performa tim yang sangat bagus, sangat, sangat bagus di semua fase. Saya pikir kami membatasi mereka dengan performa pertahanan yang sangat baik dari tim dan saya pikir kami juga menyerang dengan sangat baik."
"Meskipun kami tidak menciptakan banyak peluang emas, saya pikir ada peluang bagi kami sepanjang pertandingan."
"Sangat menyenangkan melihat kami akhirnya mencetak gol dan kemudian serangan terakhir pertandingan, tendangan terakhir pertandingan, itu sulit untuk diterima."

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
