
Ilustrasi krisis klub Sheffield Wednesday. (Istimewa)
JawaPos.com–Krisis yang melanda Sheffield Wednesday masih jauh dari kata selesai. Klub yang bermarkas di Hillsborough itu kini menghadapi kemungkinan memulai musim depan di EFL League One dengan pengurangan hingga 15 poin, jika proses penjualan klub kepada investor baru benar-benar rampung.
Saat ini, administrator klub sedang menjalani masa negosiasi eksklusif dengan perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Arise Capital Partners, yang menjadi kandidat utama pembeli klub. Namun, tawaran yang diajukan perusahaan tersebut belum memenuhi salah satu syarat penting dari English Football League (EFL).
Dalam regulasi EFL, klub yang keluar dari status administrasi diwajibkan membayar minimal 25 persen dari total utang kepada para kreditur. Jika ketentuan ini tidak dipenuhi, klub akan menerima sanksi pengurangan poin pada musim berikutnya.
Baca Juga: Ezra Walian Dipanggil Timnas Indonesia, Marcos Reina Puji Performa Kapten Persik Kediri Musim Ini
Situasi itulah yang kini berpotensi menimpa Sheffield Wednesday. Jika proses akuisisi tetap berjalan dengan skema saat ini, klub berjuluk The Owls itu hampir pasti akan memulai kompetisi dengan minus 15 poin.
Salah satu kreditur terbesar klub adalah mantan pemiliknya, Dejphon Chansiri. Dalam lebih dari satu dekade kepemilikannya, Chansiri diketahui telah meminjamkan sekitar 60 juta poundsterling kepada klub. Untuk menghindari pengurangan poin, setidaknya 15 juta pound dari pinjaman tersebut harus dilunasi.
Sebelumnya, Sheffield Wednesday juga sempat hampir dijual melalui kesepakatan senilai 47,8 juta pound yang dipimpin mantan pemain poker profesional James Bord. Namun rencana tersebut akhirnya gagal terealisasi.
Kini muncul tawaran baru dari konsorsium yang dipimpin David Storch bersama Michael Storch dan Tom Costin. Meski nilai penawarannya lebih rendah dibanding proposal sebelumnya, administrator menilai langkah tersebut sebagai solusi paling realistis untuk menyelamatkan klub saat ini.
Proses akuisisi ini juga dikabarkan menarik minat pengusaha Inggris, Mike Ashley, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan pemilik Newcastle United. Namun hingga kini, Arise Capital Partners masih menjadi pihak yang paling dekat dengan kesepakatan.
Sebagai bagian dari proses tersebut, Arise disebut telah menyetor dana jaminan yang cukup besar dan menunjukkan bukti kemampuan finansial untuk menyelesaikan pengambilalihan. Mereka juga menyiapkan dana operasional untuk menjaga aktivitas klub tetap berjalan setidaknya selama delapan minggu ke depan.
Baca Juga: Perjalanan Juan Villa: Dari Eropa Hingga Jadi Motor Serangan Borneo FC di BRI Super League 2025/26
Meski begitu, kesepakatan ini masih harus melalui proses pemeriksaan dari EFL sebelum benar-benar disahkan. Di tengah ketidakpastian tersebut, kelompok suporter klub menyambut positif kabar hadirnya calon pemilik baru.
Mereka berharap perubahan kepemilikan dapat menjadi titik awal kebangkitan Sheffield Wednesday setelah musim yang sulit. Musim ini sendiri menjadi periode yang berat bagi klub. Sheffield Wednesday sudah dipastikan terdegradasi ke League One saat kompetisi masih menyisakan 13 pertandingan.
Meski situasi finansial belum sepenuhnya stabil, klub tetap akan menyelesaikan sisa sembilan laga musim ini. Seluruh staf juga dipastikan tetap menerima gaji mereka selama proses administrasi berlangsung.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
