
Manchester City kalah 3-0 dari Real Madrid di leg pertama Liga Champions, Pep Guardiola tetap optimistis untuk leg kedua. (ig @mr.pepguardiola)
JawaPos.com–Manchester City harus menelan kekalahan telak saat bertandang ke Santiago Bernabeu dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Tim asuhan Pep Guardiola kalah 3-0 dari Real Madrid, sebuah hasil yang membuat mereka menghadapi tugas berat di leg kedua.
Meski begitu, Pep Guardiola menegaskan bahwa peluang timnya belum sepenuhnya tertutup. Pelatih asal Spanyol tersebut menolak menyerah dan percaya bahwa Manchester City masih bisa memberikan perlawanan pada pertemuan berikutnya lawan Real Madrid di liga champions.
Melansir MARCA, berbicara kepada media menjelang laga Liga Premier melawan West Ham United, Pep Guardiola mengakui bahwa banyak pihak yang sudah meragukan peluang timnya untuk bangkit lawan Real Madrid di liga champions.
“Tidak banyak orang yang bertaruh besar bahwa kami akan bangkit kembali, jadi kita lihat saja nanti pada hari Selasa,” ujar Pep Guardiola.
Guardiola juga mengingatkan bahwa situasi sulit seperti ini bukan hal baru baginya di Liga Champions.
”Saya sudah kalah berkali-kali di babak knockout Liga Champions, tak terhitung jumlahnya. Saya sudah dihancurkan karena keputusan wasit dan apa yang terjadi. Ini bukan pertama kalinya. Meskipun begitu, saya masih di sini, di posisi ini, sampai hari terakhir,” tambah Pep Guardiola.
Baca Juga:Real Madrid Ungkap Status Cedera Kylian Mbappe, Bisa Kembali Saat Leg Kedua Lawan Manchester City?
Meski skor akhir terlihat berat, Guardiola menilai performa timnya sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Dia merasa ada beberapa fase permainan di mana Manchester City tampil sangat baik.
”Saya punya pendapat tentang pertandingan di Madrid, dan itu tidak akan berubah. Kami melakukan beberapa hal yang sangat, sangat bagus. Dan di area lain, kami bisa berbuat lebih baik, ya, tentu saja,” ujar Pep Guardiola.
Menurut dia, City bahkan sempat memulai pertandingan dengan sangat kuat sebelum Real Madrid akhirnya mengambil alih kendali permainan.
”19 atau 20 menit pertama, sebelum gol pertama, sangat luar biasa, termasuk yang terbaik yang pernah kami mainkan di Bernabeu dalam hal Kami di sini untuk menciptakan bahaya. Kami merupakan ancaman! Tapi kemudian, emosi mulai menguasai diri kami,” papar Pep Guardiola.
Guardiola juga menyoroti salah satu momen kontroversial dalam pertandingan tersebut, yakni penalti yang diberikan setelah kiper Gianluigi Donnarumma menjatuhkan Vinicius Jr. Pelatih Manchester City itu merasa keputusan tersebut tidak seharusnya diberikan wasit.
”Gigio menyentuh bola. Itu bukan penalti,” tegas Pep Guardiola.
