Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 01.19 WIB

Senegal Melawan! Sebut Pencabutan Gelar Piala Afrika Sebagai Aib Sepak Bola

Senegal bawa sengketa piala Afrika ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). (Istimewa) - Image

Senegal bawa sengketa piala Afrika ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). (Istimewa)

JawaPos.com–Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) menegaskan tidak akan tinggal diam atas keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang membatalkan status mereka sebagai juara Piala Afrika. Senegal secara resmi menyatakan akan membawa sengketa ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah gelar yang mereka raih pada Januari lalu dicabut secara kontroversial.

Keputusan mengejutkan tersebut telah diumumkan CAF pada Selasa (17/3), yang secara administratif memberikan kemenangan 3-0 kepada Maroko. Dewan Banding CAF menilai Senegal telah melakukan aksi mogok atau dianggap kalah (forfeit) dalam laga final.

Hal ini merujuk pada insiden pelatih Pape Thiaw beserta sejumlah pemain sempat meninggalkan lapangan selama 15 menit sebagai bentuk protes atas penalti yang diberikan kepada Maroko di menit-menit akhir laga.

Meski pertandingan sempat dilanjutkan, di mana tendangan penalti Brahim Diaz berhasil ditepis dan Senegal akhirnya menang lewat gol Pape Gueye di babak tambahan waktu. CAF kini justru menganulir hasil di lapangan tersebut.

Sekretaris Jenderal FSF Abdoulaye Seydou Sow melontarkan kritik pedas melalui saluran publik Radiodiffusion Television Senegalaise. Dia menyebut keputusan tersebut sebagai sebuah parodi yang mencederai sportivitas.

”Ini adalah sebuah lelucon. Keputusan ini sama sekali tidak memiliki landasan hukum yang kuat. Ketua Federasi telah berkoordinasi dengan tim hukum untuk membawa perkara ini ke pihak berwenang, hingga ke CAS yang akan mengeluarkan keputusan inkrah,” ujar Sow, dikutip melalui laman The Guardian, Rabu (18/3).

Sow menambahkan, keputusan ini merupakan aib bagi sepak bola Afrika dan meminta rakyat Senegal untuk tetap tenang. Dia meyakini fakta hukum berada di pihak mereka dan menegaskan bahwa Senegal tidak akan mundur selangkah pun dalam memperjuangkan hak mereka.

Ketidakpastian Hukum

Sebelumnya, pada sidang disiplin tahap awal, CAF telah menjatuhkan sanksi berupa denda melampaui USD 1 juta serta larangan bertanding bagi sejumlah pemain dan ofisial dari kedua belah pihak. Namun, saat itu CAF tetap mengesahkan hasil pertandingan.

Dalam pernyataan resminya, FSF mengecam keras perubahan putusan yang mendadak ini. Mereka menilai langkah CAF sebagai tindakan yang tidak adil, belum pernah terjadi sebelumnya, dan memberikan preseden buruk yang membayangi masa depan sepak bola di Benua Hitam tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore