
Bintang timnas Maroko Brahim Diaz. (ig @brahim)
JawaPos.com–Dunia sepak bola Afrika diguncang keputusan mengejutkan setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mencabut gelar juara AFCON 2025 milik Senegal. Dalam keputusan tersebut, Senegal dinyatakan kalah di final.
Ini menjadi putusan yang langsung mengubah peta juara dan menghadirkan Maroko sebagai pemenang baru. Di tengah drama besar itu, satu sosok yang ikut jadi sorotan adalah Brahim Diaz.
Pemain Real Madrid tersebut sebelumnya mengalami momen pahit di final, setelah gagal mengeksekusi penalti krusial. Penalti Panenka yang dia lepaskan dengan percaya diri, gagal membobol gawang lawan. Senegal akhirnya memenangkan pertandingan lewat gol di babak tambahan waktu.
Namun, hampir dua bulan berselang, cerita berubah drastis. Melansir Give Me Sport, keputusan kontroversial CAF menyatakan Senegal kalah WO akibat sempat meninggalkan lapangan.
Maroko secara otomatis dinobatkan sebagai juara dengan skor 3-0. Sebuah skenario yang sulit dibayangkan, bahkan oleh para pemain termasuk Brahim Diaz.
Diaz mengetahui kabar tersebut saat berada di bangku cadangan dalam laga besar Liga Champions antara Real Madrid dan Manchester City di Etihad.
Reaksinya? Campuran antara senang dan bingung. Dalam beberapa klip yang viral di media sosial, Diaz terlihat tersenyum lebar sambil mencoba mencerna kabar tersebut. Ekspresinya seolah berkata Ini beneran terjadi?
Setelah pertandingan usai yang juga dimenangkan Real Madrid, Diaz kembali tertangkap kamera. Kali ini, dia terlihat berjalan santai di lapangan dengan senyum malu-malu, sambil mengangkat tangan sebagai bentuk selebrasi sederhana. Reaksi yang terasa jujur, spontan, dan sedikit absurd mengingat situasinya.
Dari sosok yang sempat jadi antagonis karena gagal penalti, kini Diaz justru berpotensi mendapatkan medali juara. Sepak bola memang kadang suka bercanda dengan cara yang tidak masuk akal.
Di sisi lain, drama jelas belum berakhir. Federasi Sepak Bola Senegal langsung mengeluarkan pernyataan keras, menolak keputusan CAF dengan nada penuh kemarahan.
”Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) mengecam keputusan yang tidak adil, belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak dapat diterima ini, yang mencoreng nama baik sepak bola Afrika,” tulis pernyataan FSF.
”Untuk membela hak-haknya dan kepentingan sepak bola Senegal, Federasi akan segera memulai prosedur banding di hadapan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne. FSF menegaskan kembali komitmennya yang teguh terhadap nilai-nilai integritas dan keadilan olahraga dan akan terus memberi informasi kepada publik tentang perkembangan dalam masalah ini,” lanjut pernyataan itu.
