
Kartu merah Bernardo Silva jadi momen krusial dalam laga Manchester City vs Real Madrid di Liga Champions. (ig @primevideosportuk)
JawaPos.com–Manchester City menghadapi momen krusial yang mengubah arah pertandingan saat berhadapan dengan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Bernardo Silva, salah satu pemain paling konsisten mereka, harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah pertamanya dalam karir profesional.
Insiden tersebut terjadi ketika Bernardo berusaha menghentikan bola di garis gawang menggunakan lengan. Wasit awalnya tidak langsung memberikan keputusan final, namun setelah peninjauan VAR yang cukup panjang, dia dipanggil ke monitor di pinggir lapangan sebelum akhirnya menunjuk titik putih sekaligus mengeluarkan kartu merah.
Melansir Manchester Evening News, keputusan ini langsung menjadi sorotan. UEFA pun memberikan penjelasan resmi terkait momen tersebut.
”Keputusan dibatalkan: penalti diberikan. Tendangan penalti dan kartu merah. Pemain Manchester City nomor 20 melakukan pelanggaran handball yang disengaja, menggagalkan gol tim lawan,” tulis keterangan UEFA.
Dari sudut pandang aturan, tindakan Bernardo dianggap sebagai upaya menggagalkan peluang gol yang sudah sangat jelas atau yang biasa disebut sebagai denial of a goal-scoring opportunity (DOGSO). Karena dilakukan dengan sengaja menggunakan tangan, hukuman maksimal pun diberikan yakni penalti dan kartu merah.
Mantan wasit Mark Clattenburg turut memberikan analisis terkait insiden ini. Dia menyoroti bahwa ada dua aspek yang harus diperiksa, yakni kemungkinan offside dan pelanggaran handball itu sendiri.
”Saya pikir yang harus mereka perhatikan, pertama-tama asisten wasit telah menyatakan offside. Ada dua fase yang harus mereka perhatikan, tayangan ulang yang telah kita lihat, keduanya tampak seperti bisa jadi onside,” papar Mark Clattenburg.
”Oleh karena itu, mereka akan melihat penalti tersebut. Saya pikir Clement sedang memeriksa offside di sini, jika tidak terjadi offside, itu adalah handball. Saya pikir dia mengulurkan tangannya dan menghentikan bola masuk,” lanjut dia.
”Jika bola masuk, itu bisa jadi kartu merah. Ya, bola masuk, mengenai siku, dan bisa jadi kartu merah jika tidak offside,” sambung Mark Clattenburg.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022