
Selebrasi Taiwo Awoniyi usai ke gawang Tottenham. (Istimewa)
JawaPos.com–Aksi selebrasi Taiwo Awoniyi usai mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur berpotensi berbuntut panjang. Penyerang Nottingham Forest itu kini dikabarkan tengah dalam sorotan Football Association (FA) terkait tindakannya saat merayakan gol.
Momen tersebut terjadi dalam laga lanjutan kompetisi domestik Inggris ketika Nottingham Forest berhasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Tottenham. Awoniyi mencetak gol ketiga timnya pada menit ke-87, sekaligus memastikan hasil akhir pertandingan.
Namun, bukan hanya golnya yang menjadi perhatian. Dalam selebrasi tersebut, Awoniyi membuka jerseynya dan memperlihatkan kaos dalam yang bertuliskan pesan religius Tuhan Maha Besar.
Aksi ini langsung menyita perhatian, baik dari penonton di stadion maupun publik sepak bola secara luas. Dalam regulasi sepak bola yang ditetapkan FA dan juga badan internasional FIFA, pemain dilarang menampilkan pesan politik, agama, atau pribadi, dalam bentuk apa pun saat pertandingan berlangsung, termasuk dalam selebrasi gol.
Aturan ini dibuat untuk menjaga netralitas sepak bola sebagai olahraga yang menyatukan berbagai latar belakang. Jika terbukti melanggar, pemain bisa dikenai sanksi berupa denda atau teguran resmi.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, pemain yang melakukan selebrasi serupa juga pernah menerima kartu kuning di lapangan, meskipun keputusan akhir tetap bergantung pada laporan wasit dan peninjauan lebih lanjut dari otoritas kompetisi.
Baca Juga:Persebaya Surabaya Latihan Lagi! 5 Laga Final April 2026 Jadi Ujian Nyata Bernardo Tavares
Menariknya, ini bukan kali pertama Awoniyi melakukan selebrasi dengan pesan religius. Pada 2024, saat menghadapi West Ham United, dia juga sempat membuka jerseynya untuk memperlihatkan kutipan dari Alkitab setelah mencetak gol.
Aksi tersebut kala itu juga menuai perdebatan, meski tidak berujung pada sanksi berat. Situasi ini menempatkan Awoniyi dalam posisi yang cukup rumit. Di satu sisi, ekspresi kepercayaan pribadi merupakan hal yang wajar. Namun di sisi lain, aturan sepak bola memiliki batasan yang harus dipatuhi oleh setiap pemain profesional.
Hingga kini, FA belum mengeluarkan keputusan resmi terkait potensi sanksi terhadap Awoniyi. Nottingham Forest pun belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Kasus ini kembali membuka diskusi tentang batas antara ekspresi pribadi dan regulasi dalam sepak bola modern. Apakah selebrasi seperti ini masih bisa ditoleransi, atau justru perlu ditegakkan secara tegas demi menjaga aturan yang ada, menjadi pertanyaan yang kembali mencuat di kalangan penggemar sepak bola.
