
Carabao Cup. (Istimewa)
JawaPos.com–Sepak bola Inggris dikenal memiliki tradisi panjang yang berbeda dibanding negara lain. Salah satu hal yang sering jadi pertanyaan adalah mengapa Inggris memiliki dua kompetisi piala domestik, sementara negara seperti Italia hanya punya satu, dan Indonesia bahkan tidak memiliki kompetisi serupa secara konsisten.
Di Inggris, dua turnamen tersebut adalah FA Cup yang diselenggarakan The Football Association dan EFL Cup yang dikelola English Football League. Keduanya memiliki latar belakang dan tujuan yang berbeda.
Piala FA merupakan kompetisi tertua di dunia, pertama kali digelar pada 1871. Turnamen ini dibuat untuk menyatukan seluruh klub di Inggris, dari level profesional hingga amatir.
Karena itu, cakupannya sangat luas dan sering menghadirkan kejutan ketika klub kecil mampu menyingkirkan tim besar. Nilai romantisme dan tradisi menjadi daya tarik utama kompetisi ini.
Sementara itu, Piala Liga atau yang kini dikenal sebagai Carabao Cup baru hadir pada 1960. Tujuannya lebih modern, yakni membantu klub mendapatkan pemasukan tambahan, terutama melalui pertandingan tengah pekan yang bisa disiarkan secara luas.
Kompetisi ini bersifat lebih eksklusif karena hanya diikuti oleh 92 klub profesional dari empat divisi teratas. Kedua turnamen ini juga memberikan keuntungan berbeda. Selain trofi, juara masing-masing kompetisi mendapat jalur menuju kompetisi Eropa, meski dengan level yang berbeda.
Baca Juga:Daftar 21 Negara Lolos Piala Asia 2027: ASEAN Kirim Tiga Wakil, Vietnam Diuntungkan Sanksi Malaysia
Selain itu, bagi klub kecil, kesempatan bertemu tim besar menjadi sumber pendapatan penting dari tiket dan hak siar. Berbeda dengan Inggris, Italia hanya memiliki satu kompetisi piala domestik, yaitu Coppa Italia.
Sistem sepak bola di sana lebih fokus pada efisiensi jadwal dan menjaga kebugaran pemain. Sehingga tidak menambah kompetisi lain yang berpotensi membebani kalender.
Sementara itu, di Indonesia, kompetisi piala domestik belum berjalan konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Fokus utama masih tertuju pada liga, sementara turnamen tambahan sering kali terkendala faktor jadwal, finansial, hingga organisasi.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
