Lamine Yamal tampak sangat kecewa gagal mecetak gol ke gawang Atletico Madrid di perempat final Liga Champions. (Sports Illustrated)
JawaPos.com - FC Barcelona harus menghadapi kenyataan pahit setelah kalah 0-2 di kandang sendiri dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions. Kekalahan ini membuat Barcelona harus bekerja keras untuk membalikkan keadaan pada leg kedua yang akan digelar di Madrid pekan depan.
Meski timnya gagal mencetak gol, perhatian tertuju pada bintang muda Lamine Yamal. Pemain sayap berusia 18 tahun ini tampil impresif, mencatat tiga peluang dan menyelesaikan delapan dribel sepanjang pertandingan, menunjukkan kualitasnya meski timnya kalah.
Namun, frustrasi Yamal terlihat jelas di lapangan, terutama ketika peluang emas Barcelona tidak membuahkan gol.
Setelah peluit akhir dibunyikan, Yamal tampak sangat kecewa dan harus diberi penghiburan oleh rekan setim maupun beberapa pemain Atletico. Meski begitu, para penggemar Barcelona tetap memberikan tepuk tangan meriah untuknya setelah salah satu dribelnya yang hampir menciptakan peluang emas. Kabar baik bagi Barcelona, Yamal tidak menerima kartu kuning dan siap tampil di leg kedua.
Namun, tim Catalunya harus menghadapi leg kedua tanpa Pau Cubarsi, yang menerima kartu merah di babak pertama dan otomatis absen pada pertandingan berikutnya.
Pelatih Hansi Flick juga menyoroti insiden kartu merah Cubarsi dan kontroversi handball Marc Pubill, yang menurutnya mendapatkan penalti bagi Barcelona.
"Saya tidak tahu soal kartu merah Cubarsi, bisa jadi merah atau tidak. Tapi, bola disentuh tangan di area, saya tidak mengerti kenapa VAR tidak ikut campur. Normal melakukan kesalahan, tapi ini harusnya penalti dan kartu kedua," ungkap Flick kepada Football Espana.
Selain itu, Flick juga membela Yamal yang sedang menghadapi tekanan besar. Menurut sang pelatih, frustrasi pemain 18 tahun itu wajar karena ia telah empat pertandingan berturut-turut gagal mencetak gol atau assist untuk Barcelona maupun Timnas Spanyol.
"Saya sudah bilang setelah pertandingan, dia sudah mencoba segalanya. Bola ada di kakinya, kami pindah sisi. Lamine baru 18 tahun, dan menurut saya, dia pemain luar biasa," kata Flick.
Meski kalah, Flick tetap optimistis dan menegaskan timnya tidak akan menyerah menghadapi leg kedua.
"Mereka mencetak dua gol dan menunjukkan kualitas tinggi. Gol pertama seharusnya bisa lebih kami cegah, lalu kami kehilangan pemain karena kartu merah. Kami kalah, tapi punya banyak peluang bagus. Kami tidak akan menyerah, masih banyak opsi di leg kedua," tegas Flick.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
