
Real Madrid menghadapi dilema antara kekuatan individu Kylian Mbappe dan keseimbangan tim. (ig @realmadrid)
JawaPos.com–Ketika Real Madrid berhasil mengamankan tanda tangan Kylian Mbappe menjelang musim 2024–25, banyak yang langsung membayangkan lahirnya era dominasi baru. Kombinasi skuad bertabur bintang dan tambahan pemain sekelas Mbappe terlihat seperti resep sempurna untuk menguasai Eropa.
Namun, hampir dua tahun berselang, realitas berkata lain. Alih-alih semakin solid, Los Blancos Real Madrid justru terlihat rapuh Bersama Klyan Mbappe.
Cedera di lini belakang, pergantian pelatih, hingga inkonsistensi permainan membuat musim Real Madrid terasa seperti roller coaster tanpa arah jelas. Yang menarik, di tengah semua masalah itu, nama Kylian Mbappe justru ikut terseret dalam perdebatan. Bukan karena ia tampil buruk justru sebaliknya.
Kalau bicara angka, sulit menyalahkan Mbappe. Dengan 39 gol di semua kompetisi musim ini, dia jelas menjadi mesin gol utama tim. Bahkan sempat disebut sebagai kandidat kuat peraih Ballon d'Or 2026.
Melansir Sports Illustrated, di banyak pertandingan, Mbappe memang jadi penyelamat. Dia mencetak gol saat tim buntu, membawa kemenangan saat permainan tidak berkembang. Secara kasat mata, Real Madrid jelas akan lebih buruk tanpa kontribusinya.
Tapi, sepak bola bukan cuma soal angka. Dalam laga-laga besar, performa Mbappe justru sering menghilang. Saat melawan Liverpool, dia nyaris tak terlihat.
Dalam kekalahan dari Osasuna dan Celta Vigo, kontribusinya minim. Bahkan ketika aktif seperti saat menghadapi Mallorca dan Girona, penyelesaian akhirnya justru mengecewakan.
Empat pertandingan tersebut bukan sekadar hasil buruk. Itu bisa jadi penentu hilangnya peluang gelar. Dan di sinilah statistik mulai terasa menipu.
Masalah utama bukan pada kemampuan individu Mbappe, melainkan bagaimana tim bermain di sekelilingnya. Saat Mbappe berada di lapangan, pola permainan Real Madrid menjadi sangat sederhana: berikan bola kepadanya. Gelandang, winger, bahkan full back semuanya seperti punya satu misi yang sama.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
