Real Madrid mengambil langkah drastis dengan memutus hubungan dengan federasi sepak bola Spanyol usai kontroversi wasit dan hasil imbang kontra Girona. (Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Real Madrid tampaknya sudah mencapai titik jenuh. Setelah serangkaian keputusan wasit yang dianggap merugikan, Los Blancos akhirnya mengambil langkah ekstrem: memutus hubungan dengan Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF).
Keputusan ini datang tak lama setelah hasil imbang 1-1 melawan Girona. Momen paling disorot tentu saja insiden di menit akhir, ketika Kylian Mbappe dijatuhkan di kotak penalti, namun wasit memilih untuk tidak menunjuk titik putih. Situasi ini semakin memperkuat keyakinan Madrid bahwa mereka tidak diperlakukan adil.
Hasil tersebut juga memperpanjang tren kurang meyakinkan. Dalam tujuh pertandingan terakhir La Liga, Madrid hanya mampu meraih tiga kemenangan. Bukan cuma soal performa, tapi juga soal mental yang mulai tergerus oleh rasa frustrasi.
Pelatih Alvaro Arbeloa tak bisa menyembunyikan emosinya usai laga. Dalam konferensi pers, ia menegaskan bahwa keputusan terkait Mbappe sangat tidak masuk akal dan merugikan timnya. Kemarahan ini seolah menjadi representasi dari perasaan seluruh klub.
Sebenarnya, hubungan antara Real Madrid dan RFEF sudah lama tidak harmonis. Di bawah kepemimpinan baru federasi musim lalu, sempat ada upaya untuk memperbaiki situasi. Bahkan, Madrid diberi peran dalam reformasi Komite Wasit (CTA), termasuk perubahan struktur kepemimpinan.
Namun, semua itu tampaknya tidak cukup. Madrid tetap bersikeras dengan kritik mereka terhadap kualitas perwasitan dan menolak menarik pernyataan publik yang selama ini mereka gaungkan.
Melansir Football Espana, dalam beberapa bulan terakhir, hubungan kedua pihak kembali memburuk. Ada simbol kecil namun cukup jelas soal renggangnya relasi ini.
Yakni ketika Presiden UEFA Aleksander Ceferin duduk berdampingan dengan Presiden Real Madrid Florentino Perez dalam laga melawan Bayern Munich, sementara Presiden RFEF Rafael Louzan justru berada beberapa baris di belakang.
Lebih jauh lagi, laporan menyebut bahwa Real Madrid kini benar-benar kehilangan kepercayaan terhadap kompetisi domestik. Mereka meyakini bahwa La Liga telah 'dinodai' oleh keputusan-keputusan yang tidak adil.
Pandangan ini jadi dasar utama keputusan mereka untuk menjaga jarak dari federasi. Hingga ada “perubahan total dalam sistem perwasitan”, Madrid dikabarkan tidak akan kembali menjalin hubungan secara normal dengan RFEF.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
