
Cedera bintang Barcelona Lamine Yamal terancam absen di Piala Dunia. (Istiimewa)
JawaPos.com–Kabar buruk menghampiri raksasa Catalan Barcelona dan timnas Spanyol. Wonderkid mereka Lamine Yamal terpaksa menepi akibat cedera otot biceps femoris di kaki kirinya.
Diagnosis ini tidak hanya memaksanya menyudahi musim lebih awal bersama klub tapi juga memicu perlombaan dengan waktu demi satu target besar. Yakni tampil bugar di putaran Piala Dunia.
Namun, di tengah urgensi tersebut, para pakar medis mengingatkan agar semua pihak tidak gegabah. Sociedad Espanola de Rehabilitacion Medicina Fisica (SERMEF) melontarkan peringatan keras bahwa memaksakan proses pemulihan demi mengejar tenggat kompetisi justru bisa menjadi bumerang.
Juru bicara SERMEF, dr. Joel Cuesta Gascon, menekankan bahwa dalam dunia olahraga, durasi pemulihan seharusnya tidak didikte kalender pertandingan, melainkan oleh hukum biologi. Mempercepat waktu kembali ke lapangan dengan mengabaikan kriteria klinis hanya akan memperbesar risiko kambuh.
”Hal ini tidak hanya memengaruhi performa sesaat, tetapi juga keberlanjutan karier sang atlet ke depan,” ujar Cuesta dikutip melalui laman Marca, Jumat (24/4).
Dalam sepak bola modern, otot biceps femoris merupakan titik paling rentan. Bagian ini bekerja ekstra keras saat pemain melakukan akselerasi maksimal, melakukan tendangan dengan posisi lutut lurus, hingga fase ayunan akhir saat melakukan sprint. Pada gerakan-gerakan eksplosif inilah, otot sering kali mengalami kontraksi eksentrik yang memicu rasa nyeri tajam seketika.
Bagi seorang pemain, kepekaan untuk segera berhenti saat merasakan nyeri pertama kali adalah kunci. Menurut Joel Cuesta Gascon, langkah dini untuk menghentikan aktivitas sangat krusial guna mencegah cedera ringan berkembang menjadi robekan otot yang lebih parah.
Namun, musuh terbesar yang sebenarnya adalah risiko cedera kambuh yang mencapai angka 30 persen. Angka ini bisa melonjak tajam jika sang pemain kembali merumput sebelum ototnya benar-benar mampu menoleransi beban intensitas tinggi.
Ada garis tipis yang memisahkan antara status siap bermain dan benar-benar pulih. Fokus rehabilitasi bukanlah sekadar membuat pemain bisa berlari lagi, melainkan mengembalikan kapasitas otot agar tahan banting terhadap tuntutan fisik sepak bola level tertinggi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
