Pelatih Luis Enrique puji laga sengit PSG melawan Bayern Munchen. (@LigadeCampeones/X)
JawaPos.com - Paris Saint-Germain baru saja melewati salah satu malam paling gila dalam sejarah Liga Champions. Menang 5-4 atas Bayern Munich di leg pertama semifinal bukan cuma soal hasil, tapi juga soal kualitas pertandingan yang bikin siapa pun susah duduk tenang.
Dan bagi Luis Enrique, laga ini punya makna spesial. Bahkan, ia tanpa ragu menyebutnya sebagai yang terbaik sepanjang karier kepelatihannya.
Sembilan gol yang tercipta di Parc des Princes menjadikan pertandingan ini sebagai semifinal dengan skor tertinggi di era modern Liga Champions. Intensitas tinggi, tempo cepat, dan drama tanpa henti membuat laga ini terasa seperti final yang datang terlalu cepat.
Melansir ESPN, Luis Enrique, yang sebelumnya sukses melatih timnas Spanyol dan Barcelona, jelas bukan orang baru dalam laga besar. Ia pernah memimpin skuad bertabur bintang meraih gelar Liga Champions. Tapi, menurutnya, tidak ada yang bisa menandingi apa yang ia saksikan kali ini.
"Saya belum pernah melihat pertandingan dengan intensitas seperti ini," kata Luis Enrique. "Ini bukan saatnya untuk menunjukkan kekurangan; kita hanya perlu memberi selamat kepada semua orang."
Ia bahkan memberikan penilaian yang cukup unik terhadap jalannya pertandingan.
"Kami pantas menang, pantas imbang, dan pantas kalah hari ini. Ini pertandingan yang fantastis. Tanpa ragu, ini adalah pertandingan terbaik yang pernah saya ikuti sebagai pelatih."
Komentar tersebut mungkin terdengar aneh, tapi justru menggambarkan betapa terbukanya duel ini. Kedua tim sama-sama menyerang tanpa kompromi.
PSG sempat terlihat akan menang mudah setelah unggul 5-2 di awal babak kedua. Dua pemain sayap mereka tampil ganas dan efektif di depan gawang.
Namun Bayern menunjukkan mentalitas khas mereka. Tak mau menyerah, tim tamu perlahan bangkit dan memangkas ketertinggalan menjadi 5-4. Gol demi gol yang tercipta di fase akhir laga membuat tensi pertandingan makin tidak terkendali.
Momentum inilah yang membuat leg kedua nanti terasa seperti cerita yang belum selesai.
Menariknya, Luis Enrique mengaku ikut “kehabisan energi” hanya dengan menyaksikan pertandingan dari pinggir lapangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022