
Pierre-Emerick Aubameyang dicoret dari skuad akibat semprot APAR ke staf Marseille. (@OM_Officiel/X)
JawaPos.com–Klub Ligue 1 Prancis Olympique de Marseille mengambil langkah tegas dengan mencoret Pierre-Emerick Aubameyang dari skuad saat laga melawan Le Havre pada Senin (11/5). Keputusan itu diambil menyusul insiden pelanggaran disiplin yang terjadi di pusat latihan klub, Robert Louis-Dreyfus.
Menurut laporan media Prancis L'Equipe, insiden itu terjadi pada Kamis (7/5) malam saat skuad diwajibkan menginap di fasilitas latihan yang dikenal sebagai La Commanderie. Kebijakan itu diterapkan manajemen sebagai respons atas performa buruk tim dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, situasi justru memanas setelah Aubameyang disebut memimpin 10 orang pemain menggelar pesta pada malam keempat mereka di lokasi itu. Dalam kejadian itu, penyerang berusia 36 tahun itu dilaporkan sempat menyemprotkan alat pemadam api ringan (APAR) ke arah Bob Tahri, seorang staf klub yang bertugas mengawasi kepatuhan pemain terhadap jam malam.
Bob Tahri yang diketahui merupakan perwakilan direktur olahraga klub sekaligus mantan peraih medali perak kejuaraan dunia nomor lari halang rintang (steeplechase), dikabarkan marah atas tindakan yang dilakukan Aubameyang. Selain itu, kamar para pemain juga dilaporkan dalam kondisi berantakan setelah insiden itu. Tahri kemudian melaporkan kejadian itu kepada petinggi klub.
Meski Aubameyang telah menyampaikan permintaan maaf dan mengklaim hanya ingin mencairkan suasana, manajemen Marseille tetap mengambil tindakan disiplin dengan mencoretnya dari skuad di pertandingan melawan Le Havre.
Dilansir dari Daily Mail, kondisi internal klub sendiri memang tengah tidak kondusif. Sejak kepergian pelatih Roberto De Zerbi pada Februari dan saat ini mengasuh Tottenham Hotspur, performa Marseille terus menurun. Klub hanya meraih tiga kemenangan liga sejak 13 Maret yang juga memupus harapan mereka untuk lolos ke Liga Champions musim depan.
Saat ini, Marseille terdampar di peringkat keenam klasemen sementara usai mengalakan Le Havre 1-0 dan harus tetap berjuang keras demi mengamankan tiket kompetisi Eropa. Oleh sebab itu, sang pelatih Habib Beye bersama jajaran manajemen berharap kebijakan menginapkan pemain di pusat latihan dapat menjadi peringatan keras bagi skuad, terutama terkait sikap dan komitmen yang dinilai mengecewakan.
Namun, seorang pengacara ketenagakerjaan asal Paris Pierre Vignal menyebut tindakan klub berpotensi melanggar kebebasan dasar pemain. Vignal menilai pembatasan pergerakan seperti itu harus memiliki dasar yang jelas dan proporsional yang dalam kasus ini dinilai sulit dipenuhi.
Selain itu, kritikan tajam juga menyasar Mason Greenwood yang dinilai tampil buruk dalam kekalahan 0-3 dari Nantes. Greenwood bahkan dilaporkan sempat membuat pelatih menghentikan sesi latihan karena dianggap mengabaikan instruksi.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
