
Mantan pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti. (Istimewa)
JawaPos.com - Pelatih timnas Brasil Carlo Ancelotti berbicara terbuka mengenai situasi internal Real Madrid setelah meninggalkan Santiago Bernabeu. Dia menilai Real Madrid saat ini berada dalam masa transisi yang tidak mudah.
Dalam wawancara bersama The Athletic, pelatih asal Italia Carlo Ancelotti membahas banyak hal. Mulai dari regenerasi skuad Madrid, peluang Neymar tampil di Piala Dunia, hingga rumor kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid.
Menurut Carlo Ancelotti, kepergian sejumlah pemain senior Real Madrid meninggalkan dampak besar. Bukan hanya secara teknis di lapangan, tetapi juga dalam membangun atmosfer ruang ganti.
Baca Juga:Southampton Lolos ke Final Championship, Pelatih Middlesbrough Kecewa Timnya Jadi Korban Spionase
Beberapa nama seperti Casemiro, Toni Kroos, Luka Modric, Karim Benzema, hingga Nacho Fernandez disebut sebagai fondasi penting kesuksesan Madrid dalam beberapa musim terakhir. Menurut Ancelotti, para pemain senior itu memiliki karakter dan kepemimpinan yang membuat tim tetap solid di tengah tekanan besar.
”Atmosfer di ruang ganti sangat penting. Pemain-pemain senior punya peran besar dalam menjaga keseimbangan tim. Madrid butuh waktu untuk membangun kembali suasana seperti sebelumnya,” ujar Ancelotti.
Pelatih yang sukses mempersembahkan lima gelar Liga Champions sepanjang karirnya itu membantah anggapan bahwa para pemain Madrid terlalu dominan dan sulit diatur pelatih. Dia menegaskan, semua strategi tetap berada di bawah kendali tim pelatih, hanya saja komunikasi dengan pemain menjadi bagian penting dalam proses membangun permainan.
”Banyak yang mengira pemain Real Madrid melakukan apa saja yang mereka mau. Itu tidak benar,” tandas Ancelotti.
Ancelotti menjelaskan, selalu melibatkan pemain dalam diskusi taktik agar mereka memahami ide permainan yang diterapkan. Bahkan, komunikasi seperti itu justru membantu menciptakan hubungan yang sehat di dalam tim.
Dia mengenang pengalaman saat melatih AC Milan. Saat itu, Andrea Pirlo disebut mengusulkan sendiri dimainkan lebih ke dalam sebagai gelandang bertahan, keputusan yang kemudian menjadi salah satu perubahan paling sukses dalam karir sang pemain.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
