
Pep Guardiola akui kehebatan Juergen Klopp saat tangani Liverpool. (X/@demarkesports)
JawaPos.com - Eks pelatih Manchester City Pep Guardiola mengungkapkan bahwa menghadapi Liverpool yang dilatih Juergen Klopp merupakan salah satu tantangan tersulit sepanjang karier kepelatihannya. Guardiola bahkan menyebut pertemuan melawan The Reds saat itu sebagai mimpi buruk.
Guardiola resmi meninggalkan jabatannya setelah laga terakhir Premier League musim ini yang berakhir dengan kekalahan 1-2 dari Aston Villa pada Minggu (24/5). Kepergiannya menutup salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris setelah berhasil mempersembahkan total 20 trofi bagi Manchester City.
Persaingan antara Guardiola dan Klopp menjadi salah satu rivalitas paling menarik di Liga Inggris. Sepanjang karier mereka, keduanya telah saling berhadapan sebanyak 30 kali di berbagai kompetisi. Guardiola mencatatkan 11 kemenangan, sedangkan Klopp unggul tipis dengan 12 kemenangan, dan tujuh pertandingan lainnya berakhir imbang.
Dilansir dari ESPN, rivalitas itu berawal saat Guardiola menangani Bayern Munchen dan Klopp melatih Borussia Dortmund pada periode 2013 hingga 2015. Duel keduanya kemudian berlanjut di Inggris ketika mereka masing-masing menukangi Manchester City dan Liverpool.
Puncak persaingan terjadi di Premier League, terutama sejak musim 2018/2019. Pada musim itu, Liverpool mengumpulkan 97 poin, tetapi harus puas menjadi runner up setelah kalah satu poin dari City. Setahun kemudian, Liverpool berhasil menjadi juara, tetapi Guardiola kembali mendominasi dengan memenangkan empat gelar liga berikutnya secara beruntun.
Salah satu musim paling ketat terjadi pada 2022/2023, ketika Manchester City mengoleksi 93 poin dan kembali mengungguli Liverpool dengan selisih satu poin. Meski lebih sering keluar sebagai pemenang dalam perebutan trofi, Guardiola tetap mengaku bahwa Liverpool merupakan lawan yang sangat sulit ditaklukkan.
Dalam wawancaranya di situs resmi Manchester City bersama musisi Oasis, Noel Gallagher, Guardiola mengungkapkan perasaannya saat menghadapi Liverpool. “Untuk kualitas lawan yang kami hadapi, kami menghadapi banyak tim, tetapi Liverpool adalah mimpi buruk. Setiap kali melawan mereka, selalu terasa seperti mimpi buruk,” kata Guardiola.
Meski rivalitas keduanya berlangsung sengit di lapangan, Guardiola menegaskan hubungannya dengan Klopp tetap sangat baik. Guardiola bahkan mengaku bangga dengan hubungan itu dan berencana untuk bertemu secara santai di luar lapangan setelah keduanya tidak lagi aktif melatih. “Hubungan kami sangat baik, selalu baik, bahkan sejak di Jerman. Kami sering bertemu saat dia di Dortmund. Kami belum pernah makan malam bersama, tetapi sekarang itu akan terjadi,” ujar Guardiola.
Guardiola juga menyoroti keistimewaan Liverpool, khususnya ketika bermain di kandang mereka, Anfield. Menurutnya, stadion itu memiliki atmosfer yang sulit ditandingi oleh tempat lain. “Anfield memiliki sejarah yang tidak dimiliki stadion lain. Sangat sedikit tim yang bisa menang di sana. Itu tempat yang sangat sulit, bukan hanya karena stadionnya, tetapi juga cara mereka bermain,” kata Guardiola.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
