
Ángel Di María menunjuk tato trofi Piala Dunia saat Rosario Central menghadapi Corinthians di Copa Libertadores. (Instagram @angeldimariajm)
JawaPos.com — Angel Di Maria menjadi sorotan saat Rosario Central menghadapi Corinthians di Copa Libertadores karena menunjukkan tato trofi Piala Dunia kepada suporter Brasil di tengah pertandingan.
Gestur pemain 38 tahun itu menjadi psywar setelah penyerang Argentina tersebut menunjuk tato trofi Piala Dunia yang berada di kedua kakinya, seperti terlihat dalam video yang diunggah Fabrizio Romano.
Di María Tunjukkan Tato Piala Dunia ke Suporter Brasil
Momen tersebut terjadi ketika laga Rosario Central melawan Corinthians berlangsung panas dan Di María memilih merespons atmosfer dari tribune dengan gestur provokatif.
El Fideo terlihat menunjuk tato trofi Piala Dunia di kedua kakinya, sebuah simbol yang punya makna besar setelah dirinya membantu Argentina menjadi juara dunia pada 2022.
Video aksi Di María itu diunggah Fabrizio Romano melalui akun Instagram pribadinya dan langsung menjadi perhatian karena gesturnya terasa seperti pesan khusus untuk pendukung Corinthians.
Romano menuliskan, “Menunjukkan ke arah Piala Dunia ‘El Fideo’. Di Maria punya pesan untuk para penggemar Brasil ”, dalam unggahan tersebut.
Tato trofi Piala Dunia itu menjadi bagian dari identitas Di María setelah perjalanan panjang bersama tim nasional Argentina.
Gelar Piala Dunia 2022 di Qatar juga menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier pemain yang pernah memperkuat Benfica, Real Madrid, Manchester United, Paris Saint-Germain, dan Juventus tersebut.
Baca Juga:Ezri Konsa Resmi Berseragam Arsenal, Akhiri Perjalanan 7 Tahun Bersama Aston Villa
Rosario Central Tersingkir, Di María Justru Dihadapkan pada Masa Depan
Di balik psywar kepada suporter Brasil, Di María sebenarnya menghadapi malam yang berat setelah Rosario Central tersingkir dari Copa Libertadores.
Tim asal Argentina itu gagal membalikkan keadaan ketika menghadapi Corinthians dan harus mengakhiri perjalanan di kompetisi antarklub paling bergengsi di Amerika Selatan tersebut.
Di María mengakui Rosario Central memiliki peluang untuk mengubah jalannya pertandingan, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama.
“Seharusnya kami mencetak satu atau dua gol, tetapi kami tidak memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Di María seusai pertandingan ketika mengevaluasi kegagalan timnya memanfaatkan kesempatan.
Pemain berusia 38 tahun itu juga menilai Rosario Central seharusnya mampu mendapatkan hasil lebih baik ketika bermain di kandang sendiri.
“Saat bermain di kandang, kita bisa saja menang dengan selisih satu gol atau lebih,” kata Di María, sekaligus menegaskan penyesalan atas peluang yang gagal dimaksimalkan sepanjang duel.
Baca Juga:Hasil Piala Jerman: Frankfurt Pesta Pora 11-0, Stuttgart Kalahkan Hansa
Di María Belum Pastikan Bertahan atau Berhenti
Kegagalan Rosario Central di Copa Libertadores membuat masa depan Di María kembali menjadi pertanyaan.
Sang pemain tidak mengumumkan pensiun setelah pertandingan, tetapi pernyataannya menunjukkan dirinya membutuhkan waktu untuk menentukan langkah berikutnya dalam karier profesional.
“Ini adalah saat yang berat karena impian saya berbeda; keinginan saya adalah untuk bisa terus melanjutkannya,” kata Di María dalam komentar seusai laga.
Pernyataan itu memperlihatkan besarnya ambisi sang pemain untuk terus melanjutkan perjalanan bersama Rosario Central, sekaligus menggambarkan kekecewaan setelah target mereka di Copa Libertadores berakhir.
Di María kemudian memberikan pernyataan yang semakin membuka kemungkinan adanya keputusan besar dalam waktu dekat.
“Sekarang saya harus berpikir dan melihat apa yang ingin terus saya lakukan,” ujar pemain Argentina tersebut, tanpa memastikan apakah dirinya akan terus bermain atau mulai mempertimbangkan pilihan lain.
Baca Juga:Hengkang dari Liverpool, Curtis Jones Resmi Berlabuh ke Inter Milan
Karier Gemilang Di María Memasuki Titik Penentuan
Situasi tersebut terasa kontras dengan perjalanan karier Di María yang penuh prestasi sejak meninggalkan Rosario Central untuk meniti karier di Eropa.
Ia kemudian memperkuat Benfica, Real Madrid, Manchester United, Paris Saint-Germain, dan Juventus, sekaligus mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain Argentina paling berpengalaman di generasinya.
Saat membela Real Madrid pada 2010 hingga 2014, Di María menjadi bagian penting dari periode sukses klub tersebut.
Kariernya kemudian terus berkembang di sejumlah klub besar Eropa sebelum kembali ke Argentina dengan membawa pengalaman panjang dari level tertinggi sepak bola dunia.
Bersama tim nasional Argentina, Di María juga memiliki koleksi pencapaian yang sulit diabaikan, termasuk Copa América, Finalissima, dan Piala Dunia 2022.
Ia bahkan mencetak gol pada final Piala Dunia 2022 melawan Prancis, sehingga tato trofi yang ditunjukkannya kepada suporter Brasil bukan sekadar simbol, melainkan pengingat atas salah satu puncak kariernya.
Kini, Di María berada di persimpangan setelah Rosario Central tersingkir dari Copa Libertadores dan dirinya belum menentukan kelanjutan karier.
Gestur menunjuk tato Piala Dunia mungkin menjadi psywar kepada suporter Corinthians, tetapi setelah pertandingan berakhir, pertanyaan terbesar justru mengarah kepada Di María sendiri: masihkah ia ingin melanjutkan perjalanan sebagai pesepak bola profesional?
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
