Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Mei 2017 | 01.42 WIB

Serunya Persaingan di Liga 3 Zona Jawa Timur

NGOTOT: Pemain Persekabpas Pasuruan berebut bola dengan pemain Persikapro Probolinggo dalam laga Liga 3 Zona Jatim. - Image

NGOTOT: Pemain Persekabpas Pasuruan berebut bola dengan pemain Persikapro Probolinggo dalam laga Liga 3 Zona Jatim.


Partisipasi sejumlah klub yang pernah berkiprah di divisi teratas membuat Liga 3 Zona Jatim bakal kompetitif. Ada yang juga serius meregenerasi manajemen serta menjalin kerja sama dengan televisi dan radio lokal.



--------



ADA eks semifinalis divisi teratas. Ada pula mantan jawara Piala Indonesia. Juga tim-tim yang pernah lama malang melintang di kasta tertinggi persepakbolaan nasional.



Posisinya memang berada di bagian terbawah piramida sepak bola nasional. Tetapi, Liga 3 zona Jawa Timur musim ini benar-benar menjanjikan persaingan yang bakal sangat seru. Total 41 klub yang bersaing memperebutkan tiket ke Liga 3 zona nasional yang kuotanya belum ditentukan.



’’Target kami apa lagi kalau bukan promosi ke Liga 2,” kata Abdullah Umar, ketua umum Persibo Bojonegoro.



Juara Piala Indonesia 2012 itu tidak asal sesumbar. Untuk mewujudkan ambisi promosi, mereka mendatangkan pelatih berlisensi A nasional I Putu Gede. Selain itu, Persibo merekrut sejumlah pemain berpengalaman. Salah seorang di antara mereka, Khabib Syukron.



Gelandang yang juga bisa bermain sebagai bek itu terakhir membela PSBLI Blitar. Dia juga pernah lama berkostum Gresik United. ’’Kami kombinasikan tenaga berpengalaman dengan pemain muda potensial asli Bojonegoro. Yaharapannya bisa menjadi tim yang solid,’’ katanya.



Keseriusan seperti itu tidak hanya ditunjukkan Persibo. Tetapi, juga nama-nama besar lain yang pernah mencicipi atmosfer divisi teratas.



Persema Malang, misalnya, mengontrak pelatih asal Swedia Stefan Hansson yang pernah menangani Mitra Kukar dan Persela Lamongan. Dia bakal didampingi Yusuf Ekodono dan Yohannes Geohera sebagai asisten.



Perombakan besar juga dilakukan di jajaran pemain. Darah-darah muda potensial yang berasal dari berbagai klub internal asli Malang dan kota-kota lain di Jawa Timur direkrut. Tujuannya, membangun Persema menjadi tim yang kuat pada masa depan.



’’Stefan tahu sendiri kualitasnya. Kami berharap, dia bisa bawa tim ini ke trekyang benar,’’ ucap Media OfficerPersema Alfaviega Septian Pravangasta.



Selain itu, Persema mulai melakukan re-branding secara total. Dikenal sebagai klub yang punya sejarah panjang, jajaran manajemen ingin menampilkan Persema lebih fresh musim ini. Karena itu, anak-anak muda juga direkrut untuk mengisi posisi penting di jajaran manajemen.



Persema juga sudah siap secara materi. Salah satu buktinya, adanya sponsor yang ikut membantu biaya operasional. Vega –sapaan akrab Alfaviega Septian Pravangasta– menuturkan, saat ini sudah ada salah satu perusahaan transportasi online yang merapat dan siap mendukung Persema dari segi finansial.



’’Ini bukti bahwa Persema masih memiliki kans di mata sponsor. Suporternya loyal dan memiliki sejarah panjang,’’ katanya.



Deltras yang pernah lama berkiprah di divisi teratas, Persekapbas yang menjadi semifinalis Divisi Utama (kini Liga 1) 2006, dan mantan penghuni kasta tertinggi lainnya, Persedikab Kabupaten Kediri, juga tidak kalah serius mempersiapkan tim. Deltras, contohnya. Ketika regulasi pemain belum ditentukan, Deltras sudah berani menyiapkan tim.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore