
Wasit Aidil Azmi korban pemukulan pemain PSAP Sigli ketika menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (26/2)
JawaPos.com - Aidil Azmi, wasit korban pemukulan pemain klub PSAP Sigli Kabupaten Pidie, Aceh, mengungkapkan dirinya telah membuka pintu perdamaian terhadap tiga pemain yang memukulnya. Kendati demikian, hingga saat ini pelaku belum menemuinya guna menyelesaikan masalah secara damai.
“Insya Allah perdamaian masih kami buka sampai sekarang. Pihak keluarga sudah menerima apabila diselesaikan secara perdamaian, tetapi pihak bersangkutan tidak datang ke rumah,” kata Aidil kepada wartawan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (26/2).
Aidil menjelaskan, sejatinya insiden pemukukan terhadapnya tidak harus dibawa dan diselesaikan di pangadilan. Tapi, cukup datang ke rumah dan membicarakannya.
“Kalau mereka ingin berdamai sebenarnya datang saja ke rumah terlebih dahulu. Namanya juga kita manusia tidak mungkin tidak memaafkan. Tapi, pihak bersangkutan tidak ingin menemui kami,” ujarnya.
Dia menuturkan, pada Jumat (23/2) lalu, pihak PSSI Kabupaten Pidie telah menemuinya untuk memediasi antara pihak keluarga pelaku dengan dirinya serta keluarganya. Namun, hingga Minggu (25/2), keluarga para pemain PSAP Sigli tidak kunjung datang.
“Sampai detik ini mereka tidak datang. Sementara PSSI Pidie sudah memediasi. Tetapi dari pihak terdakwa enggak mau,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, alasan lain membawa masalah ini ke meja hijau untuk mendapatkan perlindungan hukum sebagai warga negara. Meskipun para pemain PSAP Sigli yang mumukulnya mendapat hukuman dari pihak berwenang di dunia olah raga, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
"Saya secara pribadi juga perlu perlindungan hukum. Karena kami sebagai wasit tidak ada perjanjian untuk dipukul. Kami hanya memimpin pertandingan, jika kami memang bersalah silakan sidang kami dan kami berhak diberikan sanksi tetapi jangan main pukul,” tambahnya.
Sebelumnya, insiden pemukulan berawal ketika wasit Aidil Azmi memimpin pertandingan antara PSAP Sigli dan Aceh United di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, pada 18 Agustus 2017 lalu. Pada laga itu, ketiga pemain PSAP mendatangi dan memukul wasit karena tidak puas dengan kepemimpinannya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
