
Iwan Setiawan pasrah melihat timnya kalah lagi menghadapi Persikabo 1973 di Stadion Sultan Agung Bantul kemarin (27/11). Dalam pertandingan tersebut Persikabo unggul 4-2 atas Persela Laongan. (Ahmad Khusaini / Jawa Pos)
JawaPos.com - Kalau Liga 1 adalah arus utama di persepakbolaan tanah air, menjamurnya pelatih asing mendorong para pelatih lokal berlisensi AFC Pro menjelajah ke sisi yang lebih marginal. Ada yang menakhodai klub Liga 3, ada yang menangani tim putri, ada pula yang memilih menempa para pemain muda.
Tony Ho, misalnya, pernah menangani Persedikab Kabupaten Kediri di Liga 3 musim ini. Adapun koleganya sesama pemegang lisensi AFC Pro, Rudy Eka Priyambada, kini menjadi juru taktik tim nasional putri di semua umur.
"Ini bukan hal baru bagi saya sebenarnya. Saat pendidikan di Australia dan Bahrain, saya sempat memegang klub wanita," ungkap Rudy kepada Jawa Pos kemarin (24/2).
Justru dia senang bisa menukangi timnas putri. "Karena kalau wanita dikasih tahu itu cepat nangkap. Langsung tahu apa yang kami mau," beber Rudy.
Dia tidak masalah meski belum berkesempatan melatih tim Liga 1 lagi. "Karena tantangan di timnas putri jauh lebih berat. Saya harus mencari pemain berkualitas, padahal tidak ada kompetisi putri," tegas mantan pelatih PS Tira itu.
Wolfgang Pikal juga punya tantangan tak ringan. Mantan pelatih Persebaya Surabaya itu kini memimpin Papua Football Academy (PFA). Ada 30 anak-anak Papua yang dia tempa untuk dijadikan pemain profesional. "Fokus saya adalah bagaimana agar pemain tak hanya bagus secara teknik dan taktik, tapi juga punya karakter yang baik untuk jadi pemain profesional," kata Pikal.
Di sisi lain, kali terakhir Iwan Setiawan menangani klub Liga 1 pada musim 2021–2022 saat memegang Persela Lamongan. Setelah itu, dia sempat menganggur sebelum kemudian mendapat tawaran tak terduga. "Alhamdulillah saya sekarang jadi direktur teknik di Asprov PSSI Kalimantan Timur. Mempersiapkan tim untuk Pra-PON dan PON tahun depan," ucap Iwan.
Bagi dia, tidak masalah meski tak lagi menangani tim Liga 1 meski punya lisensi AFC Pro. "Yang penting, meski menangani tim Liga 3 ataupun lainnya, fasilitas dan gaji yang didapat kan sama dengan mereka di Liga 1," ujarnya.
Iwan juga menegaskan tidak ada yang meragukan ilmu kepelatihannya. Menjadi instruktur lisensi kepelatihan PSSI sering dilakukannya selama ini. ’’Yang penting bagi saya adalah transfer ilmu. Toh, melatih tim mana pun, caranya juga sama,’’ paparnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
