Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juli 2024 | 19.11 WIB

Epos Semen Padang Comeback dari Ketertinggalan di AFC Cup 2013 Melalui Gol Vendry Mofu

Potret Vendry Mofu yang sempat kembali ke Semen Padang pada 2022 hingga 2023. (Instagram/@vendry.mf) - Image

Potret Vendry Mofu yang sempat kembali ke Semen Padang pada 2022 hingga 2023. (Instagram/@vendry.mf)

JawaPos.com — Semen Padang menorehkan sejarah gemilang dalam kompetisi AFC Cup 2013 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas SHB Da Nang asal Vietnam. Dalam pertandingan yang penuh ketegangan ini, gol penentu kemenangan diciptakan oleh Vendry Mofu di masa perpanjangan waktu, membawa Semen Padang melaju ke perempat final.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim pada Selasa (14/5/2013) itu menyajikan drama yang tak terlupakan bagi para pendukung Semen Padang. Tim asuhan Jafri Sastra ini menunjukkan semangat juang yang luar biasa meskipun sempat tertinggal terlebih dahulu.

Di babak pertama, Semen Padang mencoba mengendalikan permainan dengan serangan-serangan yang dilancarkan oleh striker asal Liberia, Edward Junior Wilson dan Titus Bonai. Namun, meski menguasai jalannya pertandingan, Semen Padang harus kecolongan gol di menit ke-31. Striker asal Argentina, Sebastian Gaston Merlo, berhasil memanfaatkan kesalahan seorang bek Semen Padang di tepi kotak penalti. Dengan tenang, Merlo mengarahkan bola ke pojok bawah gawang, mengecoh kiper Fakhrurrazi, dan membuat Da Nang unggul 1-0.

Namun, Semen Padang tidak menyerah begitu saja. Di pengujung babak pertama, tepatnya di masa tambahan waktu, Semen Padang mendapatkan hadiah penalti setelah pemain pengganti, David Pagbe, dijatuhkan oleh Nguyen Tan Dien di dalam kotak penalti. Edward Junior Wilson dengan tenang mengeksekusi penalti tersebut, mengirim bola ke arah yang berlawanan dengan kiper Nguyen Thanh Binh, sehingga skor menjadi imbang 1-1. Ini merupakan gol kesembilan Wilson dalam kompetisi AFC Cup musim itu, yang menunjukkan ketajamannya sebagai striker.

Memasuki babak kedua, Semen Padang terus menekan pertahanan Da Nang. Peluang emas datang pada menit ke-55 ketika Wilson gagal memanfaatkan sundulan jarak dekat yang melebar di atas mistar gawang. Sepuluh menit kemudian, Wilson kembali menyia-nyiakan peluang serupa dengan sundulan dari jarak dekat yang juga tidak menemui sasaran.

Meski demikian, Semen Padang tetap menunjukkan dominasi mereka. Di menit ke-81, Vendry Mofu sebenarnya berhasil menyarangkan bola ke gawang Da Nang setelah memanfaatkan tendangan sudut dari Wilson. Namun, gol tersebut dianulir karena Mofu dinyatakan offside oleh wasit. Keputusan ini sempat menimbulkan protes dari pemain dan pendukung Semen Padang, tetapi mereka tetap fokus pada permainan.

Akhirnya, momen yang dinanti-nanti pun tiba di masa perpanjangan waktu. Saat pertandingan hampir memasuki babak tambahan, Vendry Mofu berhasil membayar lunas kegagalannya sebelumnya. Bermula dari umpan silang Hengki Ardiles dari sisi kanan, Mofu yang tidak terkawal di tiang jauh dengan mudah mencocor bola ke gawang Da Nang, membuat stadion bergemuruh. Gol ini memastikan kemenangan dramatis 2-1 bagi Semen Padang dan meloloskan mereka ke perempat final AFC Cup.

Pelatih Semen Padang, Jafri Sastra, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya setelah pertandingan. "Da Nang adalah tim yang sangat bagus dan pertandingan ini sangat sulit. Mereka berhasil mencetak gol, tetapi syukurlah para pemain kami menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan mampu meraih kemenangan," ujar Jafri Sastra dikutip dari laman resmi AFC.

Di sisi lain, pelatih Da Nang, Le Huynh Duc, mengakui kekalahan timnya dan merasa kecewa dengan penampilan para pemainnya. "Ini adalah pertandingan yang sulit karena kami kehilangan beberapa pemain kunci. Saya juga terkejut dengan penampilan buruk para pemain yang ada di lapangan, padahal mereka sebenarnya mampu bermain sangat baik. Kami memiliki banyak peluang, tetapi tidak bisa mencetak lebih banyak gol. Kondisi cuaca yang panas juga membuat stamina pemain menurun di babak kedua," kata Le Huynh Duc.

Kemenangan ini bukan hanya menunjukkan semangat juang yang tinggi dari Semen Padang, tetapi juga menegaskan status mereka sebagai salah satu tim terkuat di kompetisi AFC Cup 2013. Dengan catatan tidak terkalahkan di enam pertandingan sebelumnya di fase grup, Semen Padang berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di kompetisi AFC Cup 2013 di babak 16 besar sebelum kalah dari East Bengal di babak 8 besar.

Keberhasilan Semen Padang melaju ke perempat final AFC Cup 2013 tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi klub dan para pendukungnya. Semangat juang dan determinasi yang ditunjukkan oleh para pemain menjadi inspirasi bagi tim-tim lain di Indonesia. Mereka telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, segala rintangan bisa diatasi.

Pertandingan melawan Da Nang ini akan selalu dikenang sebagai salah satu momen heroik (epos) dalam sejarah Semen Padang. Gol dramatis Vendry Mofu di masa perpanjangan waktu menjadi simbol dari semangat juang tanpa kenal menyerah yang ditunjukkan oleh tim. Dengan kemenangan ini, Semen Padang bertekad untuk melangkah lebih jauh lagi di kompetisi AFC Cup dan membawa pulang trofi kebanggaan bagi Indonesia.

Kemenangan ini juga menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional. Semen Padang telah membuka jalan bagi tim-tim Indonesia lainnya untuk mengikuti jejak mereka dan meraih kesuksesan di kompetisi internasional. Semoga prestasi Semen Padang ini dapat menginspirasi tim-tim lainnya untuk terus berjuang dan mengharumkan nama Indonesia di kancah sepak bola dunia. 

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore