Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 November 2024 | 16.05 WIB

Flashback Duel Panas Persebaya vs Persija: Rivalitas Abadi dari Era Perserikatan hingga Liga 1

Bruno Moreira saat menghadapi Rizky Ridho dan Ferarri pada laga Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di GBT. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan menghadapi rival klasiknya, Persija Jakarta, pada pekan ke-11 Liga 1 2024/2025. Duel ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (22/11) pukul 15.30 WIB.

Pertemuan ini menjadi lebih dari sekadar pertandingan biasa karena sejarah panjang rivalitas kedua tim. Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta adalah dua klub besar Indonesia yang bergelimang prestasi sejak era Perserikatan.

Rivalitas keduanya dimulai dari sejarah pembentukan klub yang hanya terpaut satu tahun. Persebaya Surabaya berdiri pada 1927 dengan nama SIVB, sementara Persija Jakarta dibentuk pada 1928 dengan nama VIJ.

Keduanya juga mewakili dua kota terbesar di Indonesia, Surabaya dan Jakarta, yang menjadi pusat industri dan perkembangan ekonomi nasional. Sebagai representasi kota besar, pertandingan kedua tim selalu menarik perhatian suporter dengan antusiasme luar biasa.

Surabaya dan Jakarta juga dikenal dengan ciri khas serupa: kemacetan lalu lintas, udara panas, dan hiruk pikuk aktivitas industri. Namun, di balik kesamaan itu, rivalitas kedua tim di lapangan justru menjadi salah satu cerita terbesar dalam sepak bola Indonesia.

Baik Persebaya Surabaya maupun Persija Jakarta adalah dua klub dengan koleksi gelar kasta tertinggi terbanyak di Tanah Air. Persija Jakarta telah mengoleksi 10 gelar juara, terdiri dari 9 di era Perserikatan dan 1 di era Divisi Utama.

Sementara itu, Persebaya Surabaya mengoleksi 8 gelar, dengan rincian 6 dari Perserikatan dan 2 dari Divisi Utama. Dalam sejarah Perserikatan, Persija Jakarta pernah dua kali mengalahkan Persebaya Surabaya di partai final, yaitu pada 1938 dan 1964.

Persebaya Surabaya membalas kekalahan itu dengan kemenangan pada final 1978, mempertegas rivalitas abadi di antara kedua tim. Namun, rekor total pertemuan keduanya sulit dilacak karena minimnya data terarsipkan dari era lama.

Dualisme yang pernah melanda Persebaya Surabaya juga menambah kerumitan dalam melacak sejarah mereka. Bahkan, Persebaya Surabaya sempat dianggap sebagai klub baru setelah kembali diakui PSSI pada 2017.

Salah satu konsekuensi dualisme itu adalah klaim sejarah Persebaya Surabaya yang sempat "diambil alih" oleh Bhayangkara FC. Klub tersebut bahkan menggunakan akun TMS Persebaya Surabaya untuk mendatangkan pemain asing sebelum resmi menjadi Bhayangkara Presisi Indonesia.

Akibatnya, Persebaya Surabaya yang saat ini berlaga di Liga 1 dianggap memulai sejarah baru tanpa pengakuan terhadap gelar-gelar sebelumnya. Meski demikian, di mata suporter dan pencinta sepak bola, sejarah besar Persebaya Surabaya tetap tak tergantikan.

Dalam konteks Liga 1, rivalitas Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta lebih sering menjadi pertarungan gengsi ketimbang perebutan gelar juara. Bahkan, pada era Indonesia Super League (ISL) 2009-2014, kedua tim tidak pernah bersaing langsung untuk posisi teratas.

Namun, nama besar kedua klub selalu membuat setiap pertemuan mereka menjadi laga yang dinanti. Suporter dari kedua kubu juga turut menambah atmosfer panas setiap kali Persebaya Surabaya bertemu Persija Jakarta.

Salah satu momen besar dalam sejarah terbaru mereka terjadi pada final Piala Gubernur Jatim 2020. Persebaya Surabaya sukses mengalahkan Persija Jakarta dengan skor telak 4-1 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore