RAPI: Patrick Kluivert menekuni dunia kepelatihan sejak pensiun dari sepak bola tahun 2008. (AFP)
JAKARTA – Rekam jejak Patrick Kluivert sebagai pelatih sangat tidak meyakinkan. Wajar jika kemudian hampir pastinya eks penyerang tim nasional (timnas) Belanda itu menjadi pengganti Shin Tae-yong (STY) memicu reaksi keras.
Namun, PSSI berdalih bahwa dasar pemilihan Kluivert lebih pada jiwa kepemimpinannya. Dengan latar belakang sebagai legenda Oranje, Kluivert diyakini akan dihormati para pemain diaspora skuad Garuda yang lahir dan besar di Belanda.
”Di Belanda dia dihargai, istilahnya ’abang-abangan’. Kalau abang-abangan udah manggil, junior pasti siap. Mudah-mudahan ya begitu yang nanti kami dapat,” ujar Arya Sinulingga, anggota Executive Committee (Exco) PSSI, di Sekretariat PSSI Pers, GBK Arena, Jakarta, kemarin (7/1).
Untuk urusan teknik dan taktik, pelatih baru akan dibantu asistennya. ”Coba lihat. Kenapa di Eropa itu pelatih disebutnya manajer? Manajer punya pelatih teknisnya,” kata Arya.
Arya menjelaskan bahwa PSSI membutuhkan pemimpin pelatih. ”Dia didampingi oleh asisten pelatih yang kuat secara teknik. Kombinasi inilah yang dinamakan tim kepelatihan,” imbuhnya.
Arya juga menambahkan bahwa pola pikir Ketua Umum PSSI Erick Thohir adalah pola pikir Eropa. Apalagi, Erick memiliki rekam jejak sebagai presiden klub Inter Milan dan saat ini menjadi salah satu pemilik klub Oxford United.
Mengutip akun X Dennie van Laar, ada dua nama yang kabarnya bakal menemani Kluivert sebagai asisten, yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat.
Pastoor terakhir menangani klub Eredivisie Belanda Almere City, sedangkan Landzaat masih menjadi asisten pelatih di klub Hungaria Ferencvaros.
Di Eropa, baik klub maupun timnas, manajer tidak hanya dinilai dari jiwa kepemimpinannya. Manajer juga menentukan segalanya, termasuk soal taktik. Dia membawahkan beberapa coach dengan tugas spesifik, seperti goalkeeping coach, defense coach, dan set piece coach.
Untuk mengoordinasikan mereka, manajer dibantu oleh satu atau dua asisten manajer. Namun, keputusan utama, mulai dari pemilihan pemain hingga taktik, tetap berada di tangan manajer.
Mantan pelatih Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan, termasuk yang menganggap keputusan PSSI memecat STY sebagai kesalahan.
”Apa yang telah dia lakukan membuat sepak bola Indonesia jadi lebih baik. Dari sisi mental, fisik, dasar bermain, pemahaman bermain, dan banyak hal lain,” ungkap Iwan.
STY dipecat saat Garuda masih menyisakan empat laga di ronde ketiga kualifikasi zona Asia Piala Dunia 2026.
Selama lima tahun terakhir di bawah STY, Garuda lebih sering menggunakan back three dengan pola 3-5-2 atau 3-4-2-1. Jika Kluivert benar menjadi pengganti, besar kemungkinan akan ada pergantian formasi.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
