
Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster akui kecolongan dua kesalahan fatal yang tak terjadi di sesi latihan. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan tajam setelah mengalami empat kekalahan beruntun di Liga 1 musim 2024/2025. Kekalahan telak 0-3 dari Barito Putera, Sabtu (25/1), semakin memperburuk situasi tim. Meski masih berada di peringkat kedua klasemen, Persebaya harus menghadapi kenyataan pahit turun peringkat dengan peluang meraih gelar semakin menjauh. Jika Persija mampu meraih kemenangan atas tuan rumah Persis Solo, ancaman penurunan peringkat semakin nyata.
Suporter fanatik Persebaya Surabaya, Green Nord 27, tak tinggal diam melihat tren negatif tim kebanggaan mereka. Melalui akun resmi di platform X (@green_nord27), kritik tajam dilontarkan langsung kepada pelatih Paul Munster. Dalam salah satu cuitan, mereka menyampaikan, "Cara main pragmatismu @Munster_Coach sudah habis, Begitupun kesabaran kami. Silahkan pergi!" Ungkapan ini jelas menunjukkan ketidakpuasan yang semakin memuncak terhadap pendekatan taktik yang dinilai kaku dan tidak efektif.
Tak berhenti di situ, kritik lainnya berbunyi, "4 Laga 4 kalah cetak gol 1 kelebon 10, MAEN GAT*L @Munster_Coach!!! Mbok pecat gak pelatihmu @persebayaupdate?" Ungkapan tersebut menjadi gambaran emosi suporter yang merasa tim sudah berada di titik nadir.
Statistik Buruk Era Munster
Paul Munster kini menjadi pelatih dengan rekor kekalahan beruntun terburuk dalam sejarah Persebaya di era Liga 1. Pada musim sebelumnya, Munster sudah mencatatkan tiga kekalahan beruntun di musim 2023/2024. Namun, di musim 2024/2025 ini, ia melampaui catatan buruk tersebut dengan empat kekalahan berturut-turut.
Sebagai perbandingan, pelatih-pelatih sebelumnya seperti Alfredo Vera, Djajang Nurjaman, Aji Santoso, hingga Josep Gombau hanya mencatatkan dua hingga tiga kekalahan beruntun. Catatan ini membuat Munster dianggap gagal membawa stabilitas yang diharapkan, meski awal musim menunjukkan performa menjanjikan.
CEO Persebaya, Azrul Ananda, juga menyampaikan kritik keras usai kekalahan dari Barito Putera. Azrul mengaku sudah berada di "level menahan kemarahan" terhadap situasi tim saat ini. Dia menyoroti beberapa pemain yang seharusnya menjadi pemimpin justru tampil mengecewakan dan menjadi beban tim.
Namun, dalam pernyataannya, Azrul tak secara langsung mengkritik Paul Munster. Hal ini membuat beberapa kalangan, terutama suporter, bertanya-tanya apakah manajemen masih percaya pada kemampuan pelatih asal Irlandia tersebut untuk membalikkan keadaan.
Pada Jumat (31/1/2025), Persebaya dijadwalkan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Laga ini dianggap sebagai penentuan masa depan Paul Munster di kursi pelatih. Jika kekalahan kembali terjadi, bukan tidak mungkin desakan untuk memecat Munster akan semakin tak terbendung.
Green Nord bersama basis Bonek lainnya berharap ada langkah tegas dari manajemen untuk mengembalikan performa tim. Bagi mereka, Persebaya bukan sekadar tim sepak bola, melainkan kebanggaan di dada.
Seperti yang ditegaskan Green Nord dalam cuitan mereka, "Kesabaran kami sudah habis." Kini, bola ada di tangan manajemen Persebaya untuk memutuskan apakah Munster masih layak memimpin tim atau harus meninggalkan jabatannya.
