Flare muncul usai pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Patrior Candrabhaga, Minggu (16/2). (Media Persija)
JawaPos.com - Pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung telah berlangsung dengan cukup sengit dan penuh drama di dalam lapangan. Namun, keseruan laga klasik itu tercoreng oleh sejumlah kejadian dan perilaku oknum suporter.
Duel Persija vs Persib telah digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (16/2). Laga itu berakhir tanpa ada pemenang karena kedua tim bermain sama kuat dengan skor 2-2.
Baik Persija maupun Persib menyuguhkan pertandingan menarik. Mereka saling berbalas serangan dan menghasilkan masing-masing dua gol tiap babak.
Babak pertama dibuka dengan keunggulan Persija Jakarta dengan skor 2-0 berkat gol Gustavo Almeida (33') dan Firza Andika (39'). Kemudian Persib membalasnya pada babak kedua lewat gol yang dilesakkan oleh Nick Kuipers (52') dan David da Silva (70').
Sayangnya, keseruan di dalam lapangan tidak diikuti dengan kenyamanan dan ketenteraman sebelum dan sesudah laga. Rivalitas tinggi yang berlebihan membuat laga klasik ini tercoreng dan menghadirkan sejumlah catatan.
JawaPos.com coba merangkum sejumlah catatan dan kejadian tak mengenakkan yang terjadi dalam duel Persija vs Persib, baik itu sebelum, saat, dan sesudah pertandingan digelar.
1. Aksi Vandalisme terhadap Bus Tim Persib
Kejadian tak menyenangkan sudah muncul dari sebelum pertandingan. Bus yang disediakan oleh panitia pelaksana pertandingan untuk Persib Bandung menjadi sasaran vandalisme oleh oknum tak dikenal.
Kendaraan kegiatan skuad Persib yang berada di hotel tempat mereka menginap itu dicoret-coret dengan kata-kata dan kalimat tak pantas. Pemain dan staf pelatih Persib sendiri akhirnya ke stadion menggunakan kendaraan taktis (rantis).
2. Pemukulan dan Ada Korban karena Oknum Suporter Bobotoh Diduga Nonton di Tribune
Pertandingan Persija vs Persib awalnya berjalan dengan lancar, terutama di tribune. Namun, di pertengahan babak pertama, tiba-tiba heboh di tribune Stadion Patriot Candrabhaga.
Usut punya usut, kericuhan terjadi akibat adanya oknum suporter yang diduga Bobotoh yang nonton langsung. Padahal, secara regulasi, pendukng tim tamu dilarang datang.
Pentolan the Jakmania, Ferry Indrasjarief menyebut diketahui ada 200 oknum Bobotoh yang datang. "Gue tanya satu-satu, ternyata memang mayoritas Bobotoh. Mereka bilang ada 200 Bobotoh di dalam. Mungkin bisa dari compliment sponsor, tapi itu sudah umum," katanya ditemui usai laga.
3. Penyalaan Flare dan Pelemparan Benda ke Lapangan

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
