Penjaga gawang Timnas Indonesia Maarten Paes melakukan latihan jelang pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Madya, komplek GBK, Senayan, Sabtu (22/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sektor penjaga gawang Timnas Indonesia kini dipenuhi oleh kiper-kiper berkualitas yang bermain di luar negeri dan di Liga 1 Indonesia. Dari pertandingan melawan Australia dan Bahrain di kualifikasi Piala Dunia 2026, ada empat kiper yang bersaing yaitu Maarten Paes, Emil Audero, Ernando Ari, dan Nadeo Argawinata.
Namun di dua laga tersebut, pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert masih mempercayakan Maarten Paes sebagai kiper utama. Meskipun sempat kebobolan lima gol saat kalah melawan Australia, kiper FC Dallas tersebut mampu mencatatkan clean sheet di laga kemenangan melawan Bahrain.
Persaingan di sektor penjaga gawang memang terlihat sengit sejak kedatangan Emil Audero ke Timnas Indonesia. Mengenai hal tersebut Maarten Paes mengungkapkan hubungan mereka sebagai rekan setim dan juga sebagai pesaing.
Bagi Paes, persaingannya dengan Emil sangat normal dan berjalan dengan baik. "Kami saling menantang, tapi dengan cara yang sangat normal dan ramah. Kami hanya memutuskan itu (persaingan) di lapangan," ucapnya saat di channel YouTube FC Dallas, Jumat (4/4).
Kiper 26 tahun tersebut melihat sebuah persaingan sebagai kesempatan untuk saling belajar bukan untuk saling membenci. "Ya, saya orang yang baik, dan saya lebih memilih untuk belajar dari satu sama lain daripada saling membenci. Jadi itu cara yang saya lakukan, dan kemudian pelatih yang memutuskan siapa penjaga gawangnya, mana yang mereka pikir akan memberikan hasil terbaik. Jadi, itu di luar kendali saya," tutur Paes.
Sebagai sesama kiper, Paes melihat Emil adalah pemain yang punya banyak pengalaman bermain di Eropa khususnya Liga Italia. "Dia penjaga gawang luar biasa. Dia bermain untuk klub besar seperti Inter Milan, Juventus, Sampdoria, dan sekarang dia bermain untuk Palermo dengan status pinjaman dari Como. Bagi saya sangat menyenangkan bisa bertemu dan berlatih dengannya," ujarnya.
Meskipun gaya bermain mereka berbeda, Paes menilai Emil memiliki kualitas yang sama dengan dirinya. "Kami berdua memiliki kualitas tinggi. Gaya bermain di bawah mistar sedikit berbeda, tapi kami berdua memiliki kualitas yang baik," kata pemain kelahiran Nijmegen tersebut.
Di bulan Juni mendatang, Paes bakal absen saat menghadapi Tiongkok karena terkena akumulasi kartu kuning. Namun, dia tidak khawatir karena percaya penggantinya memiliki kualitas yang sama baiknya. "Saya juga membayangkan sekarang saya diskors, dan kami memiliki pengganti yang bagus di sana juga," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
