Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 April 2025 | 05.19 WIB

Bonek Sukses Tret Tet Tet Kawal Persebaya Surabaya Hadapi Persija Jakarta, Jadi Simbol Harapan Agar Larangan Away Dicabut

The Jakmania satu tribun dengan Bonek di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Momen pertandingan Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, Sabtu (12/4), diwarnai kehangatan dengan hadirnya Bonek Mania di Jakarta. Bonek menempati tribun Barat sisi Utara GBK dengan membawa satu banner besar Unjung Unjung.

Koordinator Tribun Kidul Heri Agus Suprianto menyatakan, rombongan bonek dari Surabaya dan luar kota sekitar 50 bus, elf, dan mobil pribadi. "Itu yang rombongan tadi malam (Jumat) kami tret tet tet dan yang naik kereta dan yang lainnya kita gak tau berapa orang itu," ucapnya.

Jika di total, sekitar 5.000 Bonek yang hadir di Jakarta. Pria yang akrab disapa Cak Tessy itu menuturkan, banyaknya jumlah bonek yang hadir karena mau merasakan atmosfer di Jakarta. Sebelumnya, The Jak sudah merasakan kehangatan di Gelora Bung Tomo pada pertemuan pertama. "Kami juga ingin merasakan di GBK, di Jakarta dengan aman, nyaman juga sama Jakmania," katanya.

Cak Tessy menuturkan, saat ini suporter sudah dewasa dan bosan untuk permusuhan. Apalagi dengan banyaknya nyawa yang melayang. "Buat apa? Kita hilangkan ego untuk perdamaian antara supporter. Biar benar-benar kita banyak generasi seperti anak saya ini kan kasihan juga nanti kalau kita suruh bunuh-bunuhan sama orang. Nanti kalau bisa kita hentikan pemusuhan kita buat perdamaian," bebernya.

Karenanya, dia berharap hukuman suporter away musim depan bisa dicabut. "Buat Pak Erick Tohir (Ketum PSSI) untuk melarang supporter untuk datang karena kita menjalin silaturahmi," ucapnya.

Menurutnya, ini buka untuk mencari kemusuhan karena waktu ada tragedi Kanjuruhan, seluruh suporter di Indonesia bisa jadi satu. "Itu harusnya momen, momen suporter bisa akrab, bisa damai," katanya.

Dia mencontohkan beberapa suporter yang memiliki rivalitas tinggi sudah mulai adem ayem seperti klub-klub di Jogjakarta dan Jawa Tengah yang sangat keras. "Sleman vs Solo, Brajamusti vs Bantul, Alhamdulillah sekarang bisa jadi satu. Karena apa? Tragedi Kanjuruhan, biarpun timnya nggak main di Liga 2, Liga 1, Liga, tapi dia tetap bersaudara," sebutnya.

Hal itulah yang ingin diminta oleh Ketum PSSI Erick Thohir agar musim 2025/2026 bisa ada suporter tamu supaya persaudaraan tambah kuat. "Gitu aja, nggak usah dibuat rumit karena kita niatnya untuk mendukung kebanggaan bukan cari musuh, bukan untuk menghilangkan nyawa," ujarnya.

Pelatih Persebaya Paul Munster juga mengapresiasi adanya kedua suporter yang hadir. Sebab, sebelumnya kedua suporter juga memenuhi Gelora Bung Tomo saat main di pertemuan pertama.

"Suporter dari Persebaya dan Jakmania, itu sangat bagus. Tidak ada pertarungan, semuanya damai, saling menghormati. Semuanya di dalam dan setelah laga berjalan bagus," katanya.

Paul melihat kedua suporter saling menghormati dan itulah yang seharusnya menjadi contoh bagus di sepak bola. "Sejauh ini positif, kami senang, kami ingin suporter datang, itu penting untuk kami dan juga sepak bola Indonesia di mana setiap laga harusnya stadion penuh," ucapnya. 

The Jakmania satu tribun dengan Bonek di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore