Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 18.35 WIB

3 Alasan Kenapa Pemain Keturunan Main di Super League Bakal Beri Keuntungan Timnas Indonesia

Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, dikabarkan sedang diminati tim Thai League 1, Port FC (Instagram/@thomhaye)

 

Jawapos.com - Thom Haye menjadi pemain keturunan Timnas Indonesia keempat yang akan bermain di Super League 2025/2026. Namun, sang gelandang bukan sosok terakhir, Eliano Reijnders juga selangkah lagi bermain untuk Persib Bandung dengan status pinjaman dari PEC Zwolle.

Kedua pemain menyusul pemain keturunan yang lebih dahulu mentas di liga Indonesia, yakni Jordi Amat (Persija Jakarta), Rafael Struick (Dewa United), dan Jens Raven (Bali United).

Namun, pro dan kontra muncul terutama setelah resminya Thom Haye yang akan bermain di Super League. Banyak pihak menyayangkan keputusan sang pemain yang tidak bermain di liga-liga benua Eropa.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas kompetisi antara Super League dengan kompetisi Benua Eropa memiliki level yang jauh berbeda. Rilis terakhir AFC untuk ranking liga-liga di benua Asia pada Mei 2025, Liga 1 atau Super League berada di urutan ke-25 dan masih kalah dari Liga Kamboja yang bertengger di urutan 23.

Selain itu dengan ketenaran pemain keturunan, aktivitas di luar sepak bola tentu akan menjadi lebih padat terutama terkait hal komersil.

Meski demikian, ada tiga alasan kenapa pemain keturunan yang main di Super League akan memberikan keuntungan untuk Timnas Indonesia.

1. Adaptasi Cuaca

Cuaca Asia dan terutama Indonesia yang panas, tentu tidak akan lagi menjadi kendala bagi pemain keturunan yang selama ini bermain di Eropa. Bermain di Indonesia selama satu musim penuh (9 bulan) akan membuat Thom Haye dan rekan terbiasa dengan cuaca panas dan lembab Tanah Air.

2. Gabung Pemusatan Latihan Lebih Cepat

Beberapa pemain yang berkarier di Eropa sering terlambat datang ke pemusatan latihan Timnas Indonesia karena perjalanan yang jauh dan panjang. Namun, dengan sudah menetap di Indonesia, akan lebih cepat untuk bergabung ke dalam training center.

3. Terbiasa Kompetisi Asia

Bermain bersama negara Benua Asia, tentu akan menghadapi negara dengan pemain-pemain Asia. Dengan bermain di kompetisi Asia seperti AFC Champions League 2 (Persib Bandung) dan AFC Challenge League (Dewa United), maka para pemain keturunan akan terbiasa menghadapi pemain dan kompetisi Asia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore