Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, dikabarkan sedang diminati tim Thai League 1, Port FC (Instagram/@thomhaye)
Jawapos.com - Thom Haye menjadi pemain keturunan Timnas Indonesia keempat yang akan bermain di Super League 2025/2026. Namun, sang gelandang bukan sosok terakhir, Eliano Reijnders juga selangkah lagi bermain untuk Persib Bandung dengan status pinjaman dari PEC Zwolle.
Kedua pemain menyusul pemain keturunan yang lebih dahulu mentas di liga Indonesia, yakni Jordi Amat (Persija Jakarta), Rafael Struick (Dewa United), dan Jens Raven (Bali United).
Namun, pro dan kontra muncul terutama setelah resminya Thom Haye yang akan bermain di Super League. Banyak pihak menyayangkan keputusan sang pemain yang tidak bermain di liga-liga benua Eropa.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas kompetisi antara Super League dengan kompetisi Benua Eropa memiliki level yang jauh berbeda. Rilis terakhir AFC untuk ranking liga-liga di benua Asia pada Mei 2025, Liga 1 atau Super League berada di urutan ke-25 dan masih kalah dari Liga Kamboja yang bertengger di urutan 23.
Selain itu dengan ketenaran pemain keturunan, aktivitas di luar sepak bola tentu akan menjadi lebih padat terutama terkait hal komersil.
Meski demikian, ada tiga alasan kenapa pemain keturunan yang main di Super League akan memberikan keuntungan untuk Timnas Indonesia.
Cuaca Asia dan terutama Indonesia yang panas, tentu tidak akan lagi menjadi kendala bagi pemain keturunan yang selama ini bermain di Eropa. Bermain di Indonesia selama satu musim penuh (9 bulan) akan membuat Thom Haye dan rekan terbiasa dengan cuaca panas dan lembab Tanah Air.
Beberapa pemain yang berkarier di Eropa sering terlambat datang ke pemusatan latihan Timnas Indonesia karena perjalanan yang jauh dan panjang. Namun, dengan sudah menetap di Indonesia, akan lebih cepat untuk bergabung ke dalam training center.
Bermain bersama negara Benua Asia, tentu akan menghadapi negara dengan pemain-pemain Asia. Dengan bermain di kompetisi Asia seperti AFC Champions League 2 (Persib Bandung) dan AFC Challenge League (Dewa United), maka para pemain keturunan akan terbiasa menghadapi pemain dan kompetisi Asia.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
