Timnas Indonesia menjamu Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9). (Riana Setyawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Dalam sebuah pertandingan sepak bola, terkadang permainan kotor tak dapat dihindari, entah itu menerapkan permainan keras nyaris tanpa kompromi, atau bermain aman dengan bertahan total seakan tak mau melakukan serangan.
Dalam kasus laga Timnas Indonesia kontra Lebanon, Senin (8/9), Lebanon cenderung menerapkan permainan kotor yang disebutkan terakhir, yaitu bertahan total.
Kapten Timnas Lebanon, Mohamad Haidar, pun mengakui taktik yang diterapkan skuadnya merupakan permainan kotor, sehingga ia pun meminta maaf telah membuat laga menjadi kurang menarik buat ditonton.
“Mohon maaf atas apa yang terjadi dalam pertandingan. Inilah sepak bola. Kami tidak ingin berseteru dengan pemain mana pun atau membuat masalah dengan orang-orang di dalam lapangan,” ujar Haidar seperti dikutip dari Antara.
Dalam laga bertajuk FIFA Matchday itu, Timnas Lebanon memang bertahan total dengan banyak pemain, meladeni Indonesia dengan permainan agak kasar, hingga mengulur-ngulur waktu. Mereka bahkan diganjar lima kartu kuning.
Terlepas dari itu, pemain berusia 35 tahun tersebut mendoakan agar Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2026. Dan, ia memperkirakan jika itu benar terjadi, maka skuad Garuda mungkin juga akan menerapkan sepak bola negatif.
“Saya harap Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Kita lihat apa yang akan terjadi (saat tim-tim kuat) melawan mereka, pasti akan sama seperti sekarang kami bermain melawan Indonesia (bermain bertahan),” imbuhnya.
Haidar juga mengakui Timnas Indonesia saat ini diisi pemain-pemain yang berkualitas, apalagi banyak yang bermain di liga-liga Eropa, sehingga permainan mereka akan lebih agresif.
“Dalam situasi kami, sangat sulit untuk bermain dengan sistem permainan kami yang biasa yaitu bermain menyerang selama 90 menit,” ujarnya lagi.
Bagi Lebanon, menahan imbang 0-0 Timnas Indonesia sudah merupakan hasil yang positif, meski sebelumnya mereka juga sempat mengalahkan Qatar dengan skor 1-0.
“Dan, kami bermain sangat baik dari segi taktik. Seperti yang dikatakan pelatih, kami tidak dalam kondisi siap karena liga belum dimulai sekarang, kami masih berada di pramusim dan sekarang bermain melawan tim besar seperti Indonesia,” pungkasnya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
