Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 September 2025, 22.19 WIB

Suporter Nyanyikan Lagu Sindiran Kepada Yoyok Sukawi di Stadion Jatidiri Usai PSIS Semarang Dibantai Persiku Kudus

Pemain PSIS Semarang memberikan applause di tengah tekanan suporter Mahesa Jenar. (Media PSIS) - Image

Pemain PSIS Semarang memberikan applause di tengah tekanan suporter Mahesa Jenar. (Media PSIS)

 

JawaPos.com - Kekalahan telak PSIS Semarang di kandang sendiri menjadi sorotan pada laga Minggu (14/9/2025). Bermain di Stadion Jatidiri, Laskar Mahesa Jenar tumbang 4-0 dari tamunya Persiku Kudus. Kekalahan itu meninggalkan kekecewaan bagi suporter yang hadir di tribune stadion.

Meski kelompok suporter PSIS Semarang, Panser Biru, memutuskan untuk boikot, tetap terlihat sejumlah suporter hadir langsung di stadion. Mereka yang hadir dengan ekspresi kecewa sekaligus kesal.

Bukan hanya karena permainan tim yang dinilai buruk, tetapi juga karena kebijakan manajemen yang selama ini dianggap tidak berpihak pada kemajuan tim.

Kekecewaan itu terlihat jelas ketika suporter yang hadir mulai menyanyikan lagu-lagu bernada sindiran dan cacian kepada Yoyok Sukawi saat PSIS Semarang ketinggalan 1-0.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, yang diketahui hadir di tribun barat Stadion Jatidiri, menjadi sasaran umpatan suporter.

Lagu-lagu bernuansa umpatan menggema dengan keras di stadion, seakan menjadi cara suporter untuk meluapkan rasa frustrasi atas kondisi tim kesayangan mereka saat ini.

Situasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Akun Instagram @seputar.psissemarang mengunggah video yang menampilkan nyanyian sindiran kepada Yoyok. Dalam unggahan itu, akun tersebut menuliskan keterangan singkat namun tegas “Day 1 misuhi Yoyok”.

Unggahan itu cepat menyebar di kalangan pendukung PSIS dan menambah panjang kritik suporter terhadap manajemen.

Tidak hanya itu, akun Instagram @wasitmafia juga mengunggah video serupa. Dalam keterangannya, akun tersebut menyinggung kebijakan panitia pelaksana (Panpel) PSIS pada musim lalu yang lebih memilih laga tanpa penonton.

“Keputusan Panpel PSIS tahun lalu benar ternyata, mending tanpa penonton kalau sesepi ini, mahal diongkos Panpel dibanding pemasukannya,” tulis akun tersebut dengan nada menyindir.

Menurut keterangan sejumlah suporter yang hadir, Yoyok Sukawi terlihat meninggalkan stadion saat babak kedua baru dimulai. Kepergiannya memicu beragam spekulasi, sebagian menilai ia memilih pergi karena tekanan dari suporter yang terus menyuarakan kekecewaan.

Kondisi ini menambah daftar panjang persoalan hubungan antara manajemen PSIS dengan basis suporternya. Panser Biru sendiri sudah lama menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan klub, termasuk soal arah pengelolaan tim.

Bagi suporter yang hadir, kekalahan 4-0 di kandang sendiri menjadi bukti nyata bahwa ada masalah serius di tubuh PSIS. Mereka berharap manajemen segera melakukan evaluasi besar-besaran, baik dari sisi teknis tim maupun kebijakan nonteknis yang saat ini kerap menuai kritik.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen terkait hasil buruk melawan Persiku Kudus maupun aksi sindiran suporter di Stadion Jatidiri. Namun, satu hal yang jelas, kepercayaan pendukung kepada manajemen semakin menurun seiring dengan hasil negatif yang diraih tim di lapangan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore