Legenda kiper Timnas Indoensia, Ronny Pasla, meninggal dunia pada usia 79 tahun. (Dok. Istimewa)
JawaPos.com - Profil Ronny Pasla dikenal unik karena mendiang pernah menggeluti karier sebagai atlet tenis, sebelum beralih profesi jadi kiper Timnas Indonesia hingga melegenda. Ia bahkan menutup karier keolahragaannya dengan menjadi pelatih tenis.
Sepak bola Indonesia mendapatkan kabar duka. Ronny Pasla, legenda kiper Timnas Indonesia, meninggal dunia pada Senin (24/11) dini hari. Ia dilaporkan berpulang pukul 01.26 WIB di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta.
Kabar duka itu disampaikan oleh mantan striker Timnas Indonesia, Dede Sulaiman, di salah satu grup whatsapp bola nasional. Ronny Pasla menghembuskan napas terakhirnya di usia ke-79 tahun dan meninggalkan istri dan 6 anaknya.
Mendiang Ronny Pasla rencananya disemayamkan di Gereja Evangelis Jakarta Pusat. Jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Pondok Kelapa pada Selasa (25/11).
Berpulangnya Ronny Pasla meninggalkan duka mendalam untuk sepak bola nasional. Dirinya dikenal sebagai salah satu kiper terbaik yang Indonesia punya sepanjang sejarah.
Besarnya nama Ronny Pasla tak lepas dari profil dan kariernya yang menarik. Lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 15 April 1947, ia dikenal sebagai atlet serba bisa.
Sebelum namanya harum di bawah mistar gawang persepakbolaan nasional, Ronny Pasla ternyata mengawali kariernya sebagai atlet dengan menjadi petenis. Ia bahkan sempat mewakili Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) VI tahun 1965.
Tapi, dua tahun berselang, Ronny Pasla langsung memfokuskan kariernya di dunia sepak bola. Ia bergabung dengan PSMS Medan pada 1967. Di klub kelahirannya itu lah seorang Ronny Pasla mulai dikenal dan disegani.
Berpostur 183 cm dan kemampuan refleks mumpuni, Ronny Pasla menjelma sebagai penjaga gawang tangguh. Dia adalah sosok penting yang mengantar klub meraih gelar juara Perserikatan 1967 dan 1971, serta menjuarai Aga Khan Gold Cup 1967 di Bangladesh yang saat itu menjadi salah satu turnamen internasional bergengsi.
Pada 1973, Ronny Pasla melanjutkan kariernya ke Persija Jakarta. Bersama klub ibu kota, ia terus menunjukkan sinarnya sebagai kiper utama dengan membantu Macan Kemayoran menjuarai kompetisi Perserikatan 1975.
Ronny Pasla kemudian hengkang dan memperkuat Indonesia Muda Jakarta. Dia menghabiskan karier sepak bolanya di sana sampai memutuskan pensiun dari sepak bola pada 1985, ketika berusia 38 tahun.
Karier Ronny Pasla bukan hanya cemerlang di level klub. Kiprahnya bersama Timnas Indonesia tak kalah mengkilap dengan menjadi salah satu penjaga gawang utama Garuda pada era 1967 hingga 1979.
Ronny Pasla tercatat pernah membawa Timnas Indonesia meraih gelar Turnamen Merdeka 1969, menjuarai Pesta Sukan Cup 1972, serta tampil sebagai finalis King's Cup 1968. Sederet prestasi itu membuat dirinya jadi sosok andalan di bawah mistar selama lebih dari satu dekade.
Sepanjang karier, Ronny Pasla juga berhasil meraih sejumlah penghargaan penting. Dia pernah dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Nasional pada 1972 dan menerima gelar Penjaga Gawang Terbaik Nasional pada 1974.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
