Persebaya Surabaya tak punya pelapis sepadan Francisco Rivera di lini tengah. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya memasuki putaran kedua Super League 2025/2026 dengan satu kebutuhan mendesak: mencari pelapis ideal untuk Francisco Rivera. Situasi ini makin terasa penting karena Rivera adalah poros permainan dan absensinya bisa sangat memengaruhi dinamika tim.
Dengan masih tersisa satu slot pemain asing, Persebaya Surabaya berada pada posisi strategis untuk bergerak cepat.
Green Force baru memiliki 10 pemain asing dari kuota 11, sehingga tambahan playmaker menjadi opsi paling masuk akal.
Bonek Mania sejak awal mendorong manajemen untuk mencari gelandang kreatif baru.
Mereka cemas karena Rivera kerap menjadi sumber kreativitas serangan Persebaya Surabaya dan minimnya pelapis dikhawatirkan membuat permainan timpang.
Rivera menjadi roh serangan dengan visi bermain dan mobilitasnya yang tajam. Hampir setiap serangan Persebaya Surabaya diawali dari pergerakannya sehingga keberadaannya sangat vital.
Dalam kondisi tersebut, nama Wiliam Marcilio muncul sebagai kandidat paling masuk akal dan hemat. Ia berada dalam situasi tidak menguntungkan di Persib Bandung dan berpotensi didepak pada putaran kedua.
Konflik antara Marcilio dan pelatih Bojan Hodak menjadi pemicu utama. Bojan menegur keras sang pemain hingga mengirimnya pulang ke Bandung jelang laga kontra Madura United.
“Wiliam saya kirim pulang ke Bandung, karena saya tidak senang dengan performa dia,” ujar Bojan Hodak di Madura. Ucapan itu menjadi penegasan Marcilio tidak lagi masuk dalam rencana jangka pendek tim.
Bojan sebelumnya juga menyinggung performa pemain pengganti saat Persib kalah dari Lion City Sailors di AFC Champions League Two.
“Saya kecewa dengan pemain yang masuk di babak kedua. Beberapa dari mereka tidak akan bermain untuk klub ini lagi,” tegasnya.
Ia menambahkan kritik yang lebih tajam dengan mengatakan, “Beberapa dari mereka hanya tidak berada di level ini,” yang jelas mengarah pada evaluasi keras terhadap Marcilio.
Situasi tersebut membuat posisi sang gelandang semakin sulit.
Tak mau tinggal diam, Marcilio memberi balasan lewat story Instagram pribadinya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
