
Militansi damai Bonek dan Jakmania bisa jadi role model suporter di Super League 2025/2026 dalam mendukung tim kesayangan. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Dengan satu unit ambulans, rombongan Bonek Disaster Response Team 27 (BDRT.27) bertolak ke Sumatera. Dari Surabaya, mereka berangkat pada Senin (1/12) dini hari lalu.
Kemarin siang kelompok di bawah naungan Green Nord itu tiba di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Artinya, butuh waktu empat hari untuk menuntaskan perjalanan darat.
"Perjalanan yang tidak mudah bagi tim karena cuaca yang sangat ekstrem. Apalagi ada beberapa jalan yang terputus," kata Ketua BDRT.27, Mohammad Rizky Aminullah, kepada Jawa Pos. Di dalam ambulans itu, ada lima personel.
Tiga dari BDRT.27, dua lainnya merupakan anggota SAR Surabaya. "Di Sumatera, tim kami yang berangkat adalah personel di bidang evakuasi dan assessment. Mereka membawa obat-obatan untuk korban di lapangan," lanjut pria yang akrab disapa Ciki itu.
Lantas, sampai kapan tim BDRT.27 berada di lokasi bencana? "Rencana operasi yang kami lakukan adalah untuk 14 hari ke depan. Tapi, tugas itu bisa bertambah atau berkurang, tergantung kondisi di lapangan,” katanya. Ciki menyebut timnya tidak hanya akan berhenti di Agam saja.
"Tentunya, jika ada beberapa titik yang dirasa membutuhkan bantuan, nantinya tim akan bergeser ke lokasi tersebut. Apalagi banyak titik yang terkena bencana banjir dan longsor," terang Ciki. Selain di Sumatera, anggota BDRT.27 di Surabaya juga tidak tinggal diam.
"Untuk tim yang ada di Surabaya, posko kami membuka galang donasi untuk saudara-saudara yang terkena musibah di Sumatera," tegas Ciki. Sampai berita ini ditulis, dana yang sudah terkumpul mencapai sekitar Rp 19,6 juta. Nantinya, uang itu akan disalurkan langsung kepada para korban.
"Kami berharap kepada para korban agar tabah dan berusaha bangkit. Tetap semangat dan jangan lelah berbuat baik. Football for humanity, Wani," pungkas Ciki.
