Pemain Persebaya, Bruno Moreira (kanan), dikepung para pemain PSM Makassar dalam laga Super League. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya berada dalam situasi sulit saat mengakhiri paruh musim kompetisi Super League 2025/2026. Bagaimana tidak, mereka masih tersendat di papan tengah klasemen sementara.
Hingga pekan ke-14, Persebaya hanya duduk di peringkat sembilan dengan mengumpulkan 19 poin, hasil dari empat kali menang, tujuh kali imbang, dan tiga kali kalah. Selisih poinnya sangat jauh dengan pemuncak klasemen sementara Borneo FC, yaitu 15 poin.
Meski begitu, Persebaya masih memiliki pemain-pemain yang menonjol dengan performa dan pengaruhnya terhadap tim. Jika didasarkan pada gelar Man of the Match dalam pertandingan, muncul dua nama yang mengerucut, yaitu Bruno Moreira dan Francisco Rivera.
Sepanjang 14 pekan liga berjalan, mengutip dari akun Instagram Liga 1 Match, Bruno dan Rivera menjadi pemain yang paling banyak dinobatkan sebagai pemain terbaik laga.
Sang kapten Bruno Moreira mendapat gelar Man of the Match sebanyak dua kali, yaitu saat mengalahkan Semen Padang dan imbang kontra Dewa United.
Sedangkan Francisco Rivera masih mendominasi perolehan Man of the Match seperti musim lalu. Sejauh ini, ia sudah meraihnya sebanyak tiga kali, yaitu saat mengalahkan Persita, Bali United, dan Persis Solo.
Meski Ernando Ari dan Sadida Nugraha sempat meraih gelar Man of the Match juga (masing-masing satu kali), namun tidak bisa dipungkiri bahwa Rivera dan Bruno punya peran krusial bagi tim.
Selain dari jumlah gelar individu, kedua pemain ini juga merupakan mesin gol bagi Green Force. Sejauh ini Bruno sudah mencetak lima gol dan satu assist. Sedangkan Rivera mencetak tiga gol dan menyumbang empat assist.
Sayangnya, performa cemerlang dari Bruno dan Rivera tidak dibarengi dengan jumlah kartu yang mereka dapat, karena keduanya musim bermain cukup keras dengan jumlah perolehan kartu sebagai bukti sahihnya.
Bruno Moreira sudah mengantongi empat kartu kuning dan tanpa kartu merah. Lalu Rivera memang hanya mengoleksi satu kartu kuning, namun ia sudah mengantongi dua kartu merah.
Khusus bagi Bruno, sebagai salah satu pemain paling lama di Persebaya, dengan segala pencapaiannya termasuk sudah melewati 100 laga bersama Green Force, ke depannya ia ingin menjadi legenda di klub kebanggaan masyarakat Surabaya ini.
“Saya berharap bisa menjadi legenda, tapi itu bukan tujuan utama saya. Hal itu akan datang sendiri jika saya melakukan hal yang benar di dalam dan di luar lapangan,” ungkapnya seperti dikutip dari Antara.
Kini, putaran kedua Super League sudah di depan mata. Bruno dan Rivera bersiap kembali menjadi tumpuan Persebaya di bawah asuhan pelatih baru yang hingga kini belum ditunjuk, tentunya tanpa mengesampingkan peran pemain lain.
Bonek tentu berharap, adanya pelatih kepala yang baru bisa memberi perubahan positif bagi performa tim secara keseluruhan, mulai dari lebih banyak menghasilkan gol dan kemenangan, serta lebih mendisiplinkan pemain agar tidak mudah melakukan pelanggaran keras yang berujung kartu kuning maupun merah.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
