Suporter Persis Solo menyalakan flare di Stadion Manahan. (Istimewa)
JawaPos.com - Persis Solo kembali menelan pil pahit di Super League musim 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Laskar Sambernyawa harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 1-3 pada laga yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1/2026).
Hasil ini semakin memperpanjang catatan buruk Persis yang kini terpuruk di dasar klasemen.
Performa Persis sepanjang musim ini memang jauh dari harapan. Alih-alih bersaing di papan tengah, tim kebanggaan masyarakat Surakarta justru kesulitan keluar dari zona merah.
Kekalahan dari Persita menjadi puncak kekecewaan suporter yang selalu setia memberikan dukungan.
Kekecewaan tersebut akhirnya tumpah di menit ke-84 pertandingan. Sejumlah suporter Persis Solo melakukan aksi protes dengan menyalakan flare di beberapa tribun Stadion Manahan.
Tribun selatan sisi barat, tribun timur sisi selatan, hingga tribun utara sisi timur terlihat kompak menyalakan flare sebagai bentuk ekspresi rasa kecewa terhadap performa tim kebanggaan mereka.
Tak hanya itu, berbagai spanduk bernada kritik juga dibentangkan. Di tribun selatan sisi barat, yang dikenal sebagai tribun Ultras 1923, terbentang tulisan “Jangan Buta, Buka Mata”.
Sementara di tribun utara sisi timur yang dihuni kelompok suporter garis keras Sambernyawa, terlihat spanduk bertuliskan “Piye to sis? Awuren gok”, ungkapan khas Jawa yang mencerminkan rasa kesal terhadap kondisi tim saat ini.
Meski aksi tersebut berpotensi berujung sanksi, banyak pihak menilai protes suporter merupakan bentuk cinta dan kepedulian terhadap Persis Solo.
Mereka berharap kritik keras ini bisa menjadi alarm bagi manajemen dan tim agar segera berbenah dan bangkit di sisa kompetisi.
Namun demikian, aksi menyalakan flare di tengah pertandingan jelas melanggar regulasi PSSI.
Persis Solo pun terancam sanksi, mulai dari denda hingga hukuman lainnya, yang tentu dapat semakin memberatkan langkah tim di kompetisi.
Menariknya, pertandingan ini juga disaksikan langsung oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.
Kehadiran Jokowi di Stadion Manahan menambah sorotan terhadap laga yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan Persis, namun justru berakhir dengan kekecewaan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
