
Bernardo Tavares siapkan kejutan untuk Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)
JawaPos.com – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai tim asuhannya gagal meraih kemenangan saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.
Padahal, Persebaya memiliki keuntungan besar karena tim tamu harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.
Dalam laga tersebut, Persebaya sejatinya diharapkan mampu mengamankan tiga poin penuh di kandang.
Keunggulan jumlah pemain seharusnya bisa dimaksimalkan untuk menekan pertahanan lawan dan menambah pundi-pundi gol.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, Bajul Ijo tak mampu mencetak gol tambahan dan harus puas berbagi angka.
Dilansir dari kanal YouTube Football Update, Bernardo Tavares menilai hasil ini sebagai kerugian besar bagi timnya.
Menurut dia, satu poin yang diraih di kandang sama artinya dengan kehilangan dua poin yang sangat berharga dalam persaingan papan atas klasemen.
“Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi,” ujar Tavares seusai pertandingan.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan, Persebaya sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak dua gol atau lebih setelah unggul jumlah pemain.
Namun, masalah utama yang terlihat di lapangan adalah lambannya aliran bola serta kurangnya kecerdasan pemain dalam memanfaatkan situasi.
Tavares bahkan melontarkan pernyataan satir untuk menggambarkan kondisi tersebut.
Ia menilai para pemain terlalu lama membawa bola, alih-alih mengalirkannya dengan cepat untuk membongkar pertahanan lawan.
“Meski unggul jumlah pemain, kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat. Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos,” tuturnya.
Hasil imbang ini membuat langkah Persebaya untuk menembus empat besar klasemen menjadi semakin berat.
Tavares mengingatkan para pemainnya agar segera berbenah dan bekerja lebih keras pada laga-laga berikutnya, jika ingin menjaga peluang tetap terbuka hingga akhir musim.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
