
Leo Lelis punya sampingan baru sebagai striker Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares. (Persebaya)
JawaPos.com — Produksi 280 umpan silang jadi salah satu senjata Persebaya Surabaya untuk melayani Leo Lelis saat diplot sebagai striker dadakan di era Bernardo Tavares. Skema tak biasa itu bukan sekadar eksperimen spontan, melainkan bagian dari rencana yang sudah ditempa dalam sesi latihan.
Persebaya Surabaya memang dikenal fleksibel dalam meracik taktik. Di tangan pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, kreativitas jadi kunci untuk memaksimalkan potensi pemain yang dimiliki.
Laga kontra Bhayangkara FC pada 14 Februari menjadi panggung pembuktian ide tersebut. Leo Lelis yang berposisi asli sebagai bek tengah justru didorong lebih ke depan sebagai ujung tombak.
Lelis memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia baru diturunkan pada menit ke-85 menggantikan Gali Freitas.
Dalam lima menit terakhir waktu normal, Lelis langsung menempati posisi striker. Tubuh jangkungnya kerap terlibat duel udara dengan bek Bhayangkara FC, Slavko Damjanovic.
Keputusan itu tentu mengundang tanda tanya publik. Namun, Bernardo Tavares memastikan langkah tersebut bukan spekulasi tanpa dasar.
"Karena kami sudah melatih skema itu dalam sesi latihan. Dan di latihan itu, dia (Lelis) mencetak gol," kata pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, dalam sesi konferensi pers usai laga tersebut.
Ucapan itu menegaskan skenario Leo Lelis sebagai striker sudah disiapkan jauh hari.
Artinya, perubahan peran Lelis merupakan bagian dari strategi terukur. Tavares memanfaatkan postur, kekuatan fisik, dan kemampuan duel udara sang pemain untuk situasi genting di akhir laga.
Sayangnya, misi itu belum berbuah manis di atas lapangan. Lelis gagal mencetak gol meski sudah ditempatkan sebagai target man.
"Dalam pertandingan tersebut, dia tidak mendapat kesempatan mencetak gol karena permainan selalu terhenti," beber mantan pelatih PSM Makassar itu.
Ritme laga yang kerap terputus membuat suplai bola ke kotak penalti tak maksimal.
Tak hanya itu, Tavares juga menyinggung eksekusi taktik yang belum berjalan sesuai rencana. "Seharusnya kami lebih banyak melakukan umpan silang atau cut back, tetapi itu tidak terjadi," ujarnya.
Pernyataan tersebut selaras dengan data statistik tim. Sepanjang musim, Persebaya Surabaya membukukan 6.449 umpan dengan 4.972 di antaranya sukses.
Akurasi umpan mereka menyentuh angka 78 persen. Angka itu menunjukkan fondasi permainan kolektif cukup solid untuk membangun serangan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
