
Alfredo Tata jadi korban komentar rasisme bersama Kakang Rudianto. (Dok. Alfredo Tata)
JawaPos.com–Alfredo Tata dan Kakang Rudianto menjadi korban komentar rasisme di sosial media. Komentar-komentar tersebut muncul setelah laga imbang Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung pada 2 Maret.
Menyikapi komentar rasisme tersebut, Alfredo Tata dan Kakang Rudianto buka suara. Mereka sama-sama bersuara bahwa sepak bola bukan tempat untuk saling membenci.
Pada laga Persebaya melawan Persib, Alfredo Tata dan Kakang Rudianto sempat berselisih. Perselisihan tersebut berawal saat Kakang hendak mengambil bola dari pelatih Persebaya Bernardo Tavares di menit ke-90.
Melihat hal tersebut, para pemain Persebaya mendatangi Kakang. Alfredo Tata sempat berselisih dengan bek Persib berusia 23 tahun tersebut.
Perselisihan itu terbawa ke sosial media yang membuat Alfredo Tata dan Kakang Rudianto menjadi korban komentar rasisme. Hal itulah yang membuat mereka mengeluarkan pernyataan bahwa pertikaian tersebut telah selesai selama 90 menit.
Melalui akun resmi Instagram APPI, Alfredo Tata menekankan bahwa perselisihannya dengan Kakang telah usai. Bek 21 tahun tersebut merasa kecewa bahwa rasisme masih terjadi di sepak bola.
”Kami memberikan segalanya selama di lapangan. Ada emosi, tensi tinggi, tapi semua itu berhenti saat peluit akhir dibunyikan. Saya dan Kakang memang sempat tapi itu semua selesai di lapangan. Setelahnya kami adalah saudara, yang sama-sama mencintai sepak bola,” ucap Alfredo Tata.
”Saya sangat kecewa karena masih terjadi rasisme di sepak bola dan kali ini terjadi kepada Saya, bahkan hinaan dan ancaman. Sepak bola mengajarkan kami untuk kuat, untuk bangkit, dan untuk saling menghormati. Tidak seharusnya ada ruang bagi kebencian,” tandas Alfredo Tata.
Senada dengan Tata, Kakang juga memastikan bahwa pertikaian mereka di laga Persebaya lawan Persib sudah selesai. Bek kelahiran Cianjur tersebut menegaskan bahwa tidak ada kebencian di antara mereka.
”Rivalitas memang bagian dari sepak bola. Namun persaudaraan adalah fondasinya. Saya dan Tata pun menyadari bahwa kami adalah sesama pejuang yang sama-sama mencintai sepakbola, tidak ada kebencian di antara kami,” ungkap Kakang.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
