
Pemain PSIM Yogyakarta Rahmatsho Rahmatzoda. (Dok. PSIM Yogyakarta)
JawaPos.com - Pemain belakang PSIM Yogyakarta asal Tajikistan Rahmatsho Rahmatzoda, menjalani Ramadan tahun ini dengan pengalaman yang berbeda. Untuk pertama kalinya, pemain asal Tajikistan itu harus menjalani bulan suci tanpa kehadiran keluarga yang berada jauh di kampung halamannya.
Meski begitu, pemain kelahiran 6 April 2004 tersebut mengaku tetap bisa menjalani ibadah puasa dengan nyaman selama berada di Indonesia.
Menurutnya, lingkungan dan masyarakat di Indonesia membuat dirinya lebih mudah beradaptasi, bahkan di tengah kesibukannya sebagai pesepak bola profesional.
Baca Juga:Carlos Pena Ungkap Kunci Persita Hancurkan Madura United 4-1 di Pekan ke-24 BRI Super League
Rahmatsho mengaku sangat menikmati kehidupannya di Indonesia. Ia bahkan tidak ragu mengungkapkan kekagumannya terhadap negara yang kini menjadi tempatnya berkarier.
“Saya sangat jatuh cinta dengan negara ini. Saya menyukai semuanya, dan saya ingin tinggal di sini untuk waktu sangat lama. Menurut saya esensi bulan suci Ramadan di mana saja tetap sama,” ujar Rahmatsho dikutip dari ileague.id.
Walau merasa nyaman, ia tetap tidak bisa menutupi rasa rindu terhadap suasana Ramadan bersama keluarga di Tajikistan. Bagi Rahmatsho, bulan puasa biasanya menjadi momen berkumpul dengan orang-orang terdekat.
Ia mengenang bagaimana Ramadan di kampung halamannya selalu diisi dengan kebersamaan keluarga serta teman-teman. Hal itulah yang paling ia rindukan selama menjalani Ramadan di Indonesia.
“Biasanya ada banyak keluarga dan teman. Bisa menghabiskan bulan seperti ini bersama keluarga adalah hal yang sangat luar biasa,” katanya.
Meski demikian, Rahmatsho memahami bahwa sebagai pesepak bola profesional, ada komitmen yang harus dijaga. Ia mengaku harus rela berkorban untuk mengejar kariernya di dunia sepak bola.
“Tentu terasa sulit karena keluarga saya berada sangat jauh. Saya sebenarnya sangat ingin menghabiskan hari-hari seperti ini bersama keluarga. Namun sepak bola adalah bagian dari hidup saya. Saya harus rela berkorban demi sepak bola,” jelasnya.
Menariknya, kewajiban menjalankan ibadah puasa tidak membuat performanya menurun di lapangan. Rahmatsho justru merasa Ramadan memberikan energi tambahan untuknya saat menjalani latihan maupun pertandingan.
“Sama sekali tidak sulit. Di bulan ini saya justru mendapatkan lebih banyak energi dan kekuatan. Ramadan sangat penting bagi saya,” tuturnya.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Jude Bellingham dan Harry Kane Cadangan! Ini Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
