Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Maret 2026 | 21.00 WIB

Dari Desa Konflik Kolombia ke Super League! Perjuangan Juan Villa Hingga Jadi Mimpi Buruk Persebaya Surabaya

Gelandang Borneo FC Samarinda Juan Villa jadi momok berbahaya Persebaya Surabaya pada pekan ke-25 Super League. (Borneo FC) - Image

Gelandang Borneo FC Samarinda Juan Villa jadi momok berbahaya Persebaya Surabaya pada pekan ke-25 Super League. (Borneo FC)

JawaPos.com — Nama Juan Villa menjadi sorotan setelah tampil gemilang saat Borneo FC Samarinda menghancurkan Persebaya Surabaya pada pekan ke-25 Super League 2025/2026. Gelandang asal Kolombia itu mencetak dua gol dan membantu timnya menang telak 5-1 atas Green Force.

Penampilan tersebut mempertegas status Juan Villa sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di kompetisi musim ini.

Ia tidak hanya berkontribusi lewat gol, tetapi juga menjadi pengatur ritme permainan Borneo FC Samarinda di lini tengah.

Musim ini bisa dibilang menjadi titik puncak perjalanan panjang sang pemain. Di balik performa impresifnya di Indonesia, Juan Villa melewati proses karier yang panjang dan penuh perjuangan di berbagai negara.

Juan Felipe Villa Ruiz lahir pada 10 Oktober 1999 di El Bagre, Antioquia, Kolombia. Wilayah tersebut berada di tepi Sungai Nechí yang dikenal sebagai pusat aktivitas tambang emas di wilayah utara Kolombia.

El Bagre bukan daerah yang mudah untuk tumbuh dan berkembang. Wilayah itu selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu kawasan konflik di Kolombia.

Seorang pemimpin komunitas di El Bagre bernama Javier pernah menggambarkan kerasnya situasi di wilayah tersebut.

Ia mengatakan beberapa bulan sebelumnya pertempuran terjadi sangat hebat sehingga tidak ada yang berani mengambil jenazah korban.

“Beberapa bulan yang lalu, pertempuran begitu sengit sehingga tidak ada yang berani mengambil jenazah,” menurut InSight Crime pada akhir 2024.

Bahkan ia menceritakan kondisi yang lebih mengerikan lagi. Pada satu waktu, kata Javier, hewan-hewan liar sampai memakan jasad korban yang tertinggal di lokasi konflik.

Konflik di wilayah Bajo Cauca, termasuk El Bagre, telah berlangsung lebih dari dua dekade. Awalnya konflik dipicu pertentangan ideologi antara kelompok gerilya dan paramiliter.

Namun seiring waktu, konflik tersebut berubah menjadi perebutan sumber daya ekonomi. Perebutan ladang koka, jalur perdagangan narkoba, serta tambang emas membuat wilayah itu tetap rawan kekerasan.

Meski tumbuh di wilayah yang tidak stabil, Juan Villa berhasil menemukan jalannya melalui sepak bola. Olahraga tersebut menjadi pintu keluar untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore