
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares memimpin latihan jelang laga krusial melawan Persib Bandung di Stadion GBT. (Persebaya)
JawaPos.com - Bulan Ramadhan identik dengan bulan penuh berkah. Namun hal itu tampaknya kurang berlaku bagi Persebaya Surabaya karena selama bertanding di bulan puasa, Green Force tampil relatif buruk.
Persebaya Surabaya bertanding sebanyak empat kali selama bulan Ramadhan, dengan mencatatkan dua kali kalah, sekali imbang, dan hanya sekali menang. Terkini, jelang jeda kompetisi, mereka dilumat Borneo FC 5-1.
Hal ini tentu mengkhawatirkan karena posisi Persebaya tergeser ke papan tengah, tepatnya di peringkat tujuh. Mereka bahkan digeser oleh Bhayangkara Presisi FC yang dilatih oleh juru taktik Green Force musim lalu, Paul Munster.
Jika terus menerus inkonsisten seperti ini, maka kans Persebaya menembus empat besar semakin kecil. Apalagi jika rival-rival di atas mereka kerap mencatatkan hasil positif.
Jika dianalisis, setidaknya ada empat aspek yang harus dievaluasi dari Persebaya asuhan Bernardo Tavares, antara lain:
1. Finishing
Aspek penyelesaian akhir atau finishing yang kurang tajam sampai membuat pelatih Bernardo Tavares keheranan. Misalnya saat kalah dari Borneo FC, ia mengaku timnya punya sejumlah peluang namun gagal berbuah gol.
“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi," ujar Tavares seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.
Pada laga tersebut, Green Force setidaknya menciptakan empat shoot on goal. Andaikan keseluruhannya berbuah gol, maka Persebaya kemungkinan tidak sampai menelan kekalahan telak.
Sedangkan secara statistik keseluruhan, mereka mencatatkan 100 tendangan ke gawang sepanjang musim ini berjalan. Jumlah tersebut memang masih kalah dibandingkan Persib (144) maupun Malut United (143).
Namun, dengan menembus angka dua digit, seharusnya produktivitas gol Green Force cukup tinggi. Sayangnya, Bruno Moreira CS hanya mencetak 37 gol hingga pekan ke-25.
2. Antisipasi bola mati
Selain finishing yang harus dibenahi, Tavares juga berkali-kali menginginkan para pemainnya mampu mengantisipasi bola-bola mati, karena Green Force kerap kali kebobolan melalui situasi tersebut.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
