
Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura, Kamis (19/3). (Istimewa)
JawaPos.com–Kabar duka datang dari dunia industri hingga olahraga, menyisakan kehilangan mendalam bagi banyak kalangan. Sosok pengusaha legendaris Michael Bambang Hartono dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/3) di Singapura.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Michael Bambang Hartono mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.15 waktu setempat. Dia tutup usia di angka 86 tahun setelah puluhan tahun membangun kerajaan bisnis yang berpengaruh di Indonesia.
Kepergian tokoh besar ini langsung memantik gelombang ucapan belasungkawa dari berbagai pihak. Dunia usaha, olahraga, hingga sepak bola internasional turut merasakan kehilangan atas sosok yang dikenal visioner tersebut.
Michael Bambang Hartono bukan hanya dikenal sebagai bos PT Djarum, tetapi juga memiliki peran penting dalam dunia sepak bola Eropa. Dia tercatat sebagai pemilik klub Serie A, Como 1907, yang belakangan mulai mencuri perhatian publik sepak bola Italia.
Dari dalam negeri, ucapan duka juga datang dari kalangan sepak bola lokal. Salah satunya disampaikan Junianto, owner klub Kendal Tornado FC, yang mengaku sangat kehilangan sosok inspiratif tersebut.
Bagi Junianto, yang akrab disapa Anto, mendiang merupakan figur yang selama ini menjadi panutan dalam membangun bisnis. Dia menilai perjalanan hidup Michael Bambang Hartono menjadi contoh nyata bagaimana kerja keras dan visi besar mampu mengubah segalanya.
”Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kabar duka ini. Beliau merupakan sosok pebisnis favorit saya,” kata Anto.
Ucapan tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk penghormatan atas perjalanan panjang seorang tokoh besar. Anto mengaku banyak belajar dari kiprah Michael Bambang Hartono dalam mengembangkan usaha dari nol hingga menjadi raksasa industri.
Dia juga menyoroti bagaimana almarhum tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis semata. Ada nilai lebih yang ditanamkan, yakni kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Dia memaparkan, mendiang Bambang Hartono selama hidupnya bukan hanya membangun kerajaan bisnis besar, tetapi juga dikenal luas melalui kontribusinya di bidang sosial, pendidikan dan olahraga. Hal ini membuat namanya tetap hidup di berbagai sektor, tidak hanya di dunia industri.
”Kiprah beliau menjadikan nama Djarum tidak hanya identik dengan industri, tetapi juga dengan berbagai program pengembangan generasi muda di Indonesia,” jelas Junianto.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa luasnya dampak yang ditinggalkan Michael Bambang Hartono. Dia tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang.
