
Kapten Barcelona Raphinha. (Istimewa)
JawaPos.com–Barcelona kini tengah menapaki fase krusial di pengujung musim, sebuah periode krusial saar gelar-gelar prestisius mulai ditentukan. Dalam momentum yang menentukan ini, skuad asuhan Hansi Flick menunjukan performa yang impresif.
Manifestasi nyata dari dominasi tersebut tersaji pada laga Kamis tadi, saat Blaugrana mencukur Newcastle dengan gelontoran tujuh gol tanpa balas. Di balik kolektivitas tim yang solid, sosok Raphinha mencuat sebagai katalisator utama.
Penyerang sayap asal Brasil itu seolah menemukan kembali sentuhan emasnya. Setelah menjadi aktor kemenangan atas Sevilla pada akhir pekan lalu, ia kembali tampil memukau saat menjamu wakil Inggris tersebut di ajang Liga Champions.
Dilansir melalui laman Marca, statistik menunjukkan betapa vitalnya peran Raphinha saat ini. Dalam dua laga terakhir, dia telah mengemas lima gol, dua umpan matang (assist), dan memenangkan satu tendangan penalti. Saat melawan Sevilla, dia mencetak trigol (hattrick) yang membawa Barcelona menang telak 5-2.
Namun, performa puncaknya justru tersaji di panggung Eropa melawan Newcastle. Raphinha tidak hanya mencetak dua gol, tetapi juga mendonasikan dua assist serta memicu lahirnya penalti. Penampilan tersebut bukan sekadar soal angka, melainkan menunjukkan kematangan visinya di lapangan hijau.
Bagi Hansi Flick, kebangkitan Raphinha adalah elemen fundamental. Jika musim lalu Barcelona sukses merengkuh tiga trofi, kontribusi pemain asal Brasil ini merupakan salah satu pilar penyangganya.
Meski Robert Lewandowski lebih produktif dalam urusan mencetak gol dan Lamine Yamal lebih sering menghiasi sampul media berkat keajaiban dribelnya, Raphinha menawarkan dimensi lain yang tak kalah krusial.
Keunggulan utama Raphinha terletak pada kedisiplinannya dalam melakukan tekanan tinggi (high pressing) terhadap lawan. Di saat Lewandowski atau Yamal mungkin tidak seintens itu dalam aspek defensif, Raphinha justru menjadi orang pertama yang mengganggu aliran bola lawan sejak dari garis depan.
Kontribusi ini menjadi kunci bagi Barcelona yang kerap memiliki celah di lini belakang. Tekanan konstan yang ia berikan meringankan beban para bek, membuktikan bahwa pertahanan tim yang solid dimulai dari efektivitas lini serang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
