Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Maret 2026, 01.49 WIB

Rahasia Taktik Hansi Flick: Mengapa Peran Raphinha Lebih Krusial dari Lamine Yamal?

Kapten Barcelona Raphinha. (Istimewa) - Image

Kapten Barcelona Raphinha. (Istimewa)

JawaPos.com–Barcelona kini tengah menapaki fase krusial di pengujung musim, sebuah periode krusial saar gelar-gelar prestisius mulai ditentukan. Dalam momentum yang menentukan ini, skuad asuhan Hansi Flick menunjukan performa yang impresif.

Manifestasi nyata dari dominasi tersebut tersaji pada laga Kamis tadi, saat Blaugrana mencukur Newcastle dengan gelontoran tujuh gol tanpa balas. Di balik kolektivitas tim yang solid, sosok Raphinha mencuat sebagai katalisator utama.

Penyerang sayap asal Brasil itu seolah menemukan kembali sentuhan emasnya. Setelah menjadi aktor kemenangan atas Sevilla pada akhir pekan lalu, ia kembali tampil memukau saat menjamu wakil Inggris tersebut di ajang Liga Champions.

Efisiensi di Lini Serang

Dilansir melalui laman Marca, statistik menunjukkan betapa vitalnya peran Raphinha saat ini. Dalam dua laga terakhir, dia telah mengemas lima gol, dua umpan matang (assist), dan memenangkan satu tendangan penalti. Saat melawan Sevilla, dia mencetak trigol (hattrick) yang membawa Barcelona menang telak 5-2.

Namun, performa puncaknya justru tersaji di panggung Eropa melawan Newcastle. Raphinha tidak hanya mencetak dua gol, tetapi juga mendonasikan dua assist serta memicu lahirnya penalti. Penampilan tersebut bukan sekadar soal angka, melainkan menunjukkan kematangan visinya di lapangan hijau.

Simpul Pertahanan Terdepan

Bagi Hansi Flick, kebangkitan Raphinha adalah elemen fundamental. Jika musim lalu Barcelona sukses merengkuh tiga trofi, kontribusi pemain asal Brasil ini merupakan salah satu pilar penyangganya.

Meski Robert Lewandowski lebih produktif dalam urusan mencetak gol dan Lamine Yamal lebih sering menghiasi sampul media berkat keajaiban dribelnya, Raphinha menawarkan dimensi lain yang tak kalah krusial.

Keunggulan utama Raphinha terletak pada kedisiplinannya dalam melakukan tekanan tinggi (high pressing) terhadap lawan. Di saat Lewandowski atau Yamal mungkin tidak seintens itu dalam aspek defensif, Raphinha justru menjadi orang pertama yang mengganggu aliran bola lawan sejak dari garis depan.

Kontribusi ini menjadi kunci bagi Barcelona yang kerap memiliki celah di lini belakang. Tekanan konstan yang ia berikan meringankan beban para bek, membuktikan bahwa pertahanan tim yang solid dimulai dari efektivitas lini serang.

Tantangan Pasca Jeda Internasional

Perjalanan Raphinha musim ini bukannya tanpa aral melintang. Dia sempat kesulitan menemukan ritme permainan terbaik akibat didera cedera yang memaksanya menepi beberapa kali.

Kini, dengan kondisi fisik yang telah bugar sepenuhnya, dia seolah menebus waktu yang hilang. Ujian sesungguhnya bagi konsistensi Raphinha dan Barcelona akan tersaji selepas jeda internasional.

Barcelona harus menjaga margin empat poin dari Real Madrid di klasemen La Liga, terlebih masih ada satu laga El Clasico yang tersisa. Selain itu, babak perempat final Liga Champions sudah menanti di depan mata.

Dalam upaya menyapu bersih gelar di sisa musim ini, Flick jelas membutuhkan Raphinha dalam kondisi puncak sebagai motor serangan sekaligus benteng pertama timnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore