
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman pada pertandingan melawan Saint Kitts & Nevis dalam di FIFA Series 2026, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Kemenangan 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis dalam FIFA Series 2026 (27/3) menghadirkan harapan baru bagi timnas Indonesia. Optimisme pun menguat. Publik mulai berharap pelatih anyar timnas, John Herdman, bisa membawa skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2030.
Namun, Herdman menegaskan bahwa perjalanan menuju ke sana harus dilalui tahap demi tahap.
Ujian berikutnya bagi Jay Idzes dkk sudah menanti. Indonesia yang sementara ini menempati ranking ke-121 FIFA akan menghadapi lawan yang jauh lebih kuat daripada Saint Kitts dan Nevis, yaitu tim peringkat ke-85 FIFA, Bulgaria. Pertandingan akan digelar malam ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta (siaran langsung Indosiar pukul 20.00 WIB).
Mantan pelatih timnas Kanada itu menjelaskan bahwa Bulgaria memiliki karakter permainan yang berbeda dengan Saint Kitts dan Nevis. Karena itu, pendekatan permainan harus berbeda. Herdman ingin Indonesia bermain lebih berhati-hati.
“Saat melawan Saint Kitts dan Nevis, saya merasa pada 15 menit pertama kami menjadi terlalu bersemangat. Jika kami melakukan itu saat melawan Bulgaria, kami akan mati dalam 10 menit pertama. Mereka akan membunuh kami,” ungkap pelatih 50 tahun tersebut.
Meski demikian, bukan berarti Herdman akan menerapkan sepak bola negatif. Justru, ia ingin timnas bermain menyerang untuk mengejar kemenangan. Namun, permainan harus dilakukan dengan cara yang cerdas. Selain itu, Herdman juga ingin para pemain langsung menyatu sejak kick-off dilakukan.
“Kami tidak bisa menunggu 10-15 menit untuk menyatu dan terhubung. Jadi, itu penting. Pada 15 menit pertama, kami harus memulai lebih kuat dengan mentalitas yang lebih baik. Kalau tidak, kami akan dihukum,” tegas pelatih yang sukses membawa timnas Kanada putra dan putri ke Piala Dunia tersebut.
Selain aspek taktik, Herdman juga menyoroti pentingnya mentalitas dan konsistensi. Ia melihat timnya memiliki potensi besar, terutama dari sisi kreativitas pemain. Nama-nama seperti Ramadhan Sananta, Ole Romeny, Yakob Sayuri, hingga Beckham Putra dinilai mampu memberikan variasi serangan. Namun, semua itu harus diimbangi dengan disiplin permainan.
“Kami punya pemain kreatif, tetapi kami harus membangun kepercayaan diri sekaligus menjaga disiplin taktis. Itu yang kadang masih kurang,” jelasnya.
Baca Juga:Berharap Lekas Pulih! Mauro Zijlstra Janji Bakal Cetak Lebih Banyak Gol bersama Timnas Indonesia
Hasil 5 Pertandingan Terakhir

Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Daftar Pemain Cedera dan Sanksi Inggris Lawan Norwegia: Thomas Tuchel Rombak Pertahanan Redam Erling Haaland
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Norwegia vs Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Putar Otak Redam Ledakan Erling Haaland
