
Persipura Jayapura gagal menang playoff Championship hadapi Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (852026). (Dok. Persipura)
JawaPos.com - Championship musim 2025-2026 rampung digelar. Sejumlah klub peserta menyimpan berbagai catatan evaluasi untuk operator kompetisi, I.League. Mulai dari format kompetisi tiga putaran, padatnya jadwal, hingga minimnya peningkatan nilai komersial kompetisi menjadi sorotan utama.
Catatan pertama disampaikan Wakil Presiden Persipura Jayapura Eveline Sanita Injaya. Menurutnya, kompetisi Championship musim 2025-2026 sebenarnya sudah cukup baik dan kompetitif. Terutama karena memberikan kesempatan setiap tim bermain lebih banyak dan menjaga persaingan tetap hidup sampai akhir musim.
“Namun, tentu masih ada beberapa hal yang bisa dievaluasi untuk musim depan. Terutama terkait efisiensi jadwal, biaya perjalanan, dan kondisi pemain yang cukup terkuras dengan format panjang,” ucapnya melalui pesan singkat kepada Jawa Pos kemarin.
Eveline menyinggung pelaksanaan Championship yang digelar dalam tiga putaran. Menurut dia, di satu sisi, format itu bagus karena membuat persaingan lebih adil dan memberikan kesempatan tim untuk memperbaiki posisi di papan klasemen.
“Tapi, di sisi lain, jumlah pertandingan yang cukup banyak juga menjadi tantangan. Terutama untuk tim dengan perjalanan jauh dan recovery pemain yang terbatas. Mungkin, ke depan, bisa dicari format yang tetap kompetitif, tetapi lebih efisien dari sisi jadwal dan operasional klub,” tegasnya.
Eveline juga bersuara soal format single match untuk partai playoff. Pada Championship 2025-2026, tim yang memiliki poin lebih tinggi akan bertindak sebagai tuan rumah.
Karena itu, Persipura menjadi tuan rumah dalam perebutan tiket playoff promosi saat berhadapan dengan Adhyaksa Banten FC. Menurut Eveline, format itu ideal dan fair. Sebab, selama semusim, tim sudah bekerja keras untuk mendapatkan posisi terbaik di klasemen.
“Jadi, memang ada keuntungan yang pantas didapat. Termasuk bermain di kandang sendiri dengan dukungan supporternya. Atmosfer pertandingan juga lebih hidup dan menarik,” terangnya.
Sementara itu, bagi CEO Deltras FC Amir Burhannudin, format tiga putaran disebut sebagai pedang bermata dua. Pertama, aturan itu sudah pasti memberatkan pihak klub.
“Karena dari sisi pembiayaan, kami sebagai pengelola klub membutuhkan spending lebih,” kata Amir saat dihubungi Jawa Pos. Masalahnya, hal itu tidak dibarengi dengan inovasi baru yang dilakukan operator kompetisi.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
